News Update :

Parik'an

Pitik kentaki wis gak duwe wulu sing duwe wulu iku manuk puter, PeKaeS sak iki nomer urute telu sing milih telu wonge mesti pinter, Adikku tuku korek molene kesasar Ayo derek-derek suksesno 3 besar.

Post Populer

OASE

KIPRAH KAMI

KOLOM QIYADAH

Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan

Berjamaah Membuatku Semakin Kuat

Jumat, 06 Desember 2013


Falsafah dalam Berjamaah



Oleh: Hepi Andi Bastoni
(Follow: @andibastoni)


Alam mempunyai falsafah hidup yang bisa kita jadikan cermin. 
Teramat rugi kalau kita tak mau mengambil pelajaran.

Berjamaah seperti air

Seharusnya seluruh jamaah dari umat Islam memiliki visi dan misi yang sama. Seperti air. Bagaimana pun keadaannya, di mana pun dia berada dan apa pun posisinya, air tetap memiliki visi dan misi yang sama: mencari tempat yang lebih rendah. Dalam perjalanannya itu, air akan menempuh segala cara. Jika ada yang menghadang, sebelum mencari jalan alternatif ia akan berusaha menembusnya. Jika tidak mampu, sementara ia memisahkan diri untuk bertemu pada masanya. Jika ia dihadang oleh kekuatan besar, air akan berkumpul, lalu meninggi dengan kekuatan dahsyatnya.

Air selalu menjalani hidupnya dengan tenang. Namun, dalam ketenangannya itu ia menyimpan kekuatan dahsyat yang mampu merubuhkan rumah, menghanyutkan satu perkampungan, bahkan memporak-porandakan satu negeri. Jika suatu saat tugasnya berakhir, air akan melakukan regenerasi. Ketika ia sudah berkumpul di tempat yang rendah atau di laut, ia tak berhenti bergerak. Ia menguap, menjadi awan, dan melahirkan anak cucu baru bernama hujan.

Begitulah hidup berjamaah. Dengan visi dan misi yang sama, gerak jamaah akan terus berjalan sampai tujuannya tercapai. Di sinilah pentingnya memahami visi dan misi hidup berjamaah agar tidak salah bergerak.

Berjamaah seperti roda

Hidup berjamaah itu seperti roda. Umumnya roda terdiri dari beberapa bagian: ban, poros, dan jari-jari. Ketiga bagian itu merupakan elemen paling penting bagi roda. Ia tak mungkin bisa berputar baik kalau di antara ketiga bagian itu ada yang hilang. Masing-masing bagian itu mempunyai fungsi tersendiri. As atau poros berfungsi sebagai tempat berputar. Jari-jari berfungsi sebagai penghubung antara ban dan as. Dalam berjamaah juga demikian. As bisa kita analogikan sebagai kader inti, jari-jari sebagai kader pendukung, dan ban sebagai simpatisan. 

Dalam perputarannya pun, roda mempunyai siklusnya. Di antara bagian roda itu tak ada yang abadi. Kadang dia berada di bawah, kadang di atas. Begitulah elemen dalam jamaah. Ia harus mengalami perputaran yang sehat. Tak boleh ada di antara personal jamaah yang selalu berada di atas, harus ada regenerasi, pergantian dan perputaran. 

Berjamaah seperti pohon pisang

Dalam memompa semangat kerja berjamaah, kita bisa belajar dari jalan hidup pohon pisang. Di antara keunikan pohon pisang, sebelum berbuah ia tak hentinya berkembang. Bahkan, jika ada yang memotongnya, ia akan terus tumbuh dengan tunas baru. Perjalanannya tidak akan berhenti sampai ia berbuah dan memberikan manfaat bagi orang lain. Nnyaris seluruh “tubuh”nya bisa dimanfaatkan. Mulai dari batang pohonnya, daunya, gedebongnya, dan buahnya.

Begitu seharusnya hidup seorang Mukmin. Ia tak boleh mengenak henti. Seluruh hidupnya harus melahirkan karya. Karya yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Personal sebuah jamaah hendaknya selalu berprinsip, untuk selalu memberikan kontribusinya pada jamaah. Bukan sebaliknya, berpikir untuk mendapatkan sesuatu dari jamaah.

Berjamaah seperti menyambung kayu

Secara struktur, berjamaah itu seperti menyambung dua kayu. Agar bisa disatukan dua ujung kayu harus rela dipahat. Dari ujung potongan yang berbentuk simetris itulah kedua ujung kayu yang berhadapan bisa disatukan, selanjutnya diikat atau dipaku. Kedua potongan kayu juga harus rela kalau suatu saat mesti berada di atas atau di bawah. Jika kedua potongan kayu itu tak mau dipahat, akan sulit menyatukannya. Begitulah jamaah dalam umat Islam. 

Struktur hidup berjamaah mengharuskan para personalnya untuk bersedia berada dalam posisi apa pun. Ada yang berada di atas sebagai pemimpin. Ada juga yang berada di bawah sebagai pendukung. Dalam posisinya masing-masing, para personal harus siap “dipahat” agar bisa disatukan dengan yang lain.

Berjamaah seperti lebah 

Binatang ini memberikan pelajaran berharga bagi sebuah jamaah. Ia membangun “istananya” dengan cara yang sangat teliti. Kerja sama, kesabaran dan kejelian merupakan modal utamanya. Dalam setiap sarang lebah terdapat ribuan kantung yang semuanya berbentuk heksagonal atau segi enam yang dibuat untuk menyimpan madu. Setelah melakukan penelitian panjang, akhirnya para ahli matematika menemukan jawaban menarik. Di antara semua bentuk bangunan geometris, ternyata segi enam adalah bentuk terbaik untuk menyimpan kapasitas terbesar dengan bahan bangunan paling hemat.

Untuk mengisi kantung-kantung dengan madu, lebah harus mengumpulkan cairan manis pada bunga. Ini adalah tugas yang sangat berat. Penelitian ilmiah terkini menyebutkan, untuk memproduksi ½ kg madu, lebah harus mengunjungi sekitar 4 juta kuntum bunga! 

Maha suci Allah yang telah menciptakan lebah dan menjelaskan dalam firman-Nya, “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Tuhan, bagi orang-orang yang memikirkan,” (QS an-Nahl: 68-69).



(sumber: pkspiyungan.org)

Keikhlasan Khalid bin Walid dan Kebijakan Umar Bin Khattab

Minggu, 06 Oktober 2013


Tangisan Sang Jenderal



Siapa yang tidak kenal dengan Khalid bin Walid? Ia adalah salah seorang sahabat yang sangat terkenal akan keberanian dan kekuatannya. Tidak hanya itu, ia pun sangat mahir dalam menyusun strategi peperangan. Maka sangatlah wajar jika Khalid bin Walid diangkat menjadi panglima perang sekaligus jenderal dari pasukan kaum muslimin.

Pada suatu waktu, Khalid bin Walid sedang memimpin peperangan dan berada di garis depan. Tiba-tiba datang seorang prajurit menyerahkan secarik surat yang dikirimkan oleh khalifah Umar bin Khaththab. Isinya sangat singkat, sekaligus mengagetkan.

“Dengan ini dinyatakan bahwa jenderal Khalid bin Walid, dipecat! Harap menghadap dengan segera!“.

Setelah membaca surat itu, Khalid bin Walid menjadi gelisah. Ia bingung karena merasa tak berbuat kesalahan. Namun, sebagai orang yang taat pada khalifah, ia segera mundur dari peperangan dan menyerahkan jabatan panglima perang kepada wakilnya.

Singkat cerita, Khalid bin Walid menghadap khalifah Umar bin Khaththab. Ia bertanya perihal isi surat yang diterimanya, hanya sekedar memastikan.

“Wahai, Amirul Mukminin. Apakah benar saya dipecat?”, tanya Khalid.

“Ya! Anda saya pecat!”, jawab Umar tegas.

“Baiklah, ya Amirul Mukminin. Saya dengar dan saya taat pada anda. Tapi bolehkah saya tahu alasannya? Apa kesalahan saya sehingga harus dipecat?”, tanya Khalid lagi penasaran.

“Anda sama sekali tidak berbuat kesalahan, sedikit pun!”, jawab Umar.

“Atau mungkin saya kurang ahli dalam hal peperangan?”, tanya Khalid lagi.

“Tidak! Saat ini, anda adalah panglima perang terbaik yang pernah kami miliki!”, jawab Umar diplomatis.

Khalid bin Walid terdiam. Ia tampak bingung dan linglung. Melihat ini, Umar bin Khaththab tersenyum.

“Dengarlah, wahai Khalid!”, ujar Umar.

“Anda adalah seorang jenderal terbaik dan panglima perang terhebat. Banyak sekali pujian yang ditujukan pada anda, entah itu dari pasukan anda sendiri maupun dari kaum muslimin”, lanjut Umar.

“Ingatlah, hai Khalid! Anda itu manusia biasa. Terlalu banyak pujian bisa menimbulkan rasa sombong dalam diri anda. Bukankah Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong?”, sambung Umar bertanya.

Khalid bin Walid tak menjawab. Ia diam seribu bahasa.

“Karena itu maafkan saya, wahai saudaraku! Agar anda tidak terjerumus ke dalam neraka, maka anda saya pecat!”, ujar Umar lagi.

Lagi-lagi Khalid bin Walid terdiam.

“Supaya anda tahu. Jangankan di hadapan Allah yang menguasai semesta, di hadapan Umar saja anda tidak bisa apa-apa”, jelas Umar dengan bijak.

Seketika itu juga Khalid bin Walid berdiri dan langsung memeluk khalifah Umar bin Khaththab. Ia menangis tersedu.

“Terima kasih, ya Umar! Engkau memang benar-benar saudaraku!”, ujar Khalid di sela-sela tangisannya.

Setelah pemecatan itu, Khalid bin Walid kembali ke medan perang. Bukan sebagai panglima, tetapi sebagai prajurit biasa. Ia menunjukkan bahwa ia berperang bukan karena jabatan, pangkat, atau kedudukan. Ia berperang semata-mata karena Allah, mencari keridhoan Allah.

Wahai Khalid bin Walid! Salam sejahtera untukmu!

Dialog Umar bn khattab dengan 'atikah

Rabu, 21 Agustus 2013



‘atikah : aku telah melihat munajat mu tadi malam, sepertinya kau sedang rapuh. Apakah seperti ini sang khalifah melewati malam pertamanya menjadi khalifah?

Umar : ya, ‘atikah, aku takut nanti di hari ketika hati dan mata diminta pertanggungjawaban setiap orang nanti akan ditanya bagaimana kepemimpinannya. Bagaimana nanti jika umat muslim menjadi terlantar?

‘atikah : mintalah pertolongan kepada Allah. Kau adalah Umar, yang kuat dan dipercaya.

Umar : aku tidak tahu. Aku khawatir kekuatan itu menyatu dengan kecerobohan. Dan aku tahu bahwa sebagian dari para sahabat Rasulullah telah mengkhawatirkan kecerobohanku. Demia Allah aku tidak mengkhawatirkan diriku seperti yang mereka khawatirkan. Apa pendapatmu ‘Atikah?

‘atikah : tentang apa?

Umar : kecerobohanku.

‘atikah : pada dirimu terdapat karakter yang keras tetapi baik. Kau keras pada dirimu sendiri dibanding pada orang lain. Kau menggunakan sifat kerasmu itu untuk kebenaran dengan kembali kepada kitab Allah. Dan kau mengimbanginya dengan impian dan kasih sayang dan belas kasihan kepada kami. Maka lakukan segala perbuatanmu dengan baik, wahai Abu hafs. Karena sesungguhnya Allah mencintaimu. 

Umar : semoga Allah memberkatimu, ‘atikah. Demi Allah, jika kau telah tiada maka tidak kudapatkan penggantinya.

Pemimpin yang bisa di jadikan tauladan

Gramatika Ramadhan

Selasa, 16 Juli 2013




Oleh: Muhbib Abdul Wahab


Ada yang sangat menarik dari setiap akhir ayat-ayat yang berkaitan dengan puasa Ramadhan. Ayat 183-187 surah Albaqarah diakhiri dengan fi'il Mudhari' (present dan future tense). Misalnya, ayat 183 yang diakhiri dengan la'allakum tattaqun, lalu in kuntum ta'lamun (184), la'allakum tasykurun (185), la'allahum yarsyudun (186), danla'allahum yattaqun (187).


Menurut gramatika bahasa Arab, akhir ayat-ayat tersebut mengandung arti bahwa puasa itu harus berwawasan masa kini dan mendatang. Ketakwaan itu mengawali, menyertai, mengakhiri, sekaligus menindaklanjuti Ramadhan.


Kecuali ayat 184, ayat-ayat lainnya dirangkai dengan kata la'alla yang menunjukkan arti harapan (tarajji). Artinya, Ramadhan harus menjadi bulan penuh harapan menuju perubahan dan peningkatan ke arah yang lebih baik dan bermakna.


Pertama, harapan menjadi orang bertakwa (la'allakum tattaqun). Dalam menafsirkan ayat ini, sebagian ahli tafsir menyatakan bahwa 'mudah-mudahan kalian semua dapat menjaga diri dari segala bentuk kemaksiatan.' Karena orang yang berpuasa itu mestinya antimaksiat. Makan dan minum saja tidak mau (di siang hari), apalagi maksiat?


Kedua, harapan menjadi orang yang berilmu (in kuntum ta'lamun). Ilmu harus menjadi dasar bagi kita dalam menggali makna dan rahasia puasa. Sebaliknya, puasa hendaknya mengantarkan kita untuk selalu menggali dan mengembangkan ilmu. Ilmu dan takwa menjadi 'identitas' Muslim.


Ketiga, harapan menjadi orang yang pandai bersyukur (la'allakum tasykurun). Bersyukur merupakan nilai positif dan konstruktif bagi orang yang berpuasa, karena ketika merasa letih, lapar, haus, dan dahaga, lalu pada saat berbuka dapat menikmati apa yang menjadi hak mulut dan perutnya, rasa gembira itu terekspresikan luar biasa indah. "Bagi orang yang berpuasa itu ada dua kegembiraan, yaitu kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan saat bertemu Tuhannya di akhirat kelak." (HR Thabrani).


Keempat, harapan menjadi orang yang berada dalam kebenaran (la'allahum yarsyudun). Berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah merupakan prasyarat yang mengantarkan seseorang itu memperoleh jalan kebenaran dalam menjalani kehidupan ini.


Harapan itu harus dipenuhi dengan ketaatan dan kesungguhan dalam berdoa, dengan sungguh-sungguh meminta kepada Allah dan bukan pada yang lain.


Kelima, harapan menjadi orang yang bertakwa (la'allahum yattaqun).Menjadi orang yang bertakwa harus tahu diri, tahu batas, dan tahu yang pantas. Tahu diri artinya bisa mengendalikan hawa nafsu, tahu batas berarti mengetahui larangan-larangan Allah, dan tahu yang pantas artinya berusaha untuk menampilkan performa diri yang terbaik sesuai dengan batas kemampuannya.


Dengan memahami gramatika Ramadhan ini, kita perlu memaksimalkan harapan-harapan baik kita dengan membuat perencanaan dan target yang jelas sehingga Ramadhan kali ini, membuahkan transformasi dan spiritualisasi diri ke arah peningkatan iman dan takwa yang bermakna. Semoga.
*ROL

Biarkan Harapan Bercerita Tentang Dirinya....

Rabu, 29 Mei 2013







Musyafa Ahmad Rahim
Kaderisasi DPP PKS





Biarkan Harapan Bercerita Tentang Dirinya....


Apa yang mendorong petani berkeringat dan bekerja keras? …adalah harapan akan memetik panen dari tanamannya.

Apa yang membuat seorang pedagang tergiur melakukan banyak perjalanan, menempuh marabahaya, meninggalkan keluarga dan tanah air? … adalah harapan akan mendapat keuntungan.

Apa yang mendorong seorang pelajar bersungguh-sungguh, terus menerus belajar, begadang di malam hari, meresume dan menghafal? Adalah harapan akan lulus.

Apa yang mendorong seorang tentara melakukan berbagai manuver heroic dalam peperangan dan bersabar menghadapi peperangan yang ganas? … adalah harapan akan mendapatkan kemenangan.

Apa yang membuat seorang pasien dengan sukarela maupun terpaksa meminum obat yang pahit? Adalah harapan akan sembuh.

Apa yang mendorong seorang beriman menentang hawa nafsunya dan bersusah payah melaksanakan ketaatan kepada Tuhannya? … adalah harapan terhadap ridha dan surga Allah SWT.

Jadi,

Biarkan harapan bercerita tentang dirinya.....

Ujian Keimanan Kader PKS

Kamis, 16 Mei 2013




Berbagai ujian, cobaan, dan kesulitan di dunia dapat menambah iman kepada Allah dan memperdalam keyakinan tauhid. Semua itu merupakan sarana pendidikan bagi jiwa manusia. Ujian dan cobaan yang datang bukanlah untuk diratapi karena tidaklah ujian dan cobaan tersebut melainkan akan mendatangkan kebaikan. Mempertebal keyakinan tauhid tidak cukup hanya dengan mendengarkan ceramah dan membaca setumpuk buku, tapi mesti juga melalui sejumlah ujian Tuhan agar diketahui mana yang jujur dan mana yang bohong dalam ketauhidannya. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “kami telah beriman,” sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang orang yang sebelumnya, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang orang yang berdusta.” (QS Al Ankabut :2-3) – (Al Qarni)

Tunjukkan Pada Musuh-musuh kalian Bahwa Mereka Telah Salah Memilih Lawan !!

Selasa, 14 Mei 2013





"Apa Kalian Bisa Tidur Nyenyak, Kawan??"

1. Sebelum ane ngerjain animasi lagi .. Mau ngajak kita berandai-andai nih; berimajinasi lebih luas biar seger. Hastag-nya #ronin

2. Boleh kalau punya teman2 kiri / sosialis atau haters2 PKS, nanti silakan di cc ke mereka. #ronin

3. begini. Kader PKS itu (kader lho ya, yg komitmen liqo & punya garis komando jelas) itu jumlahnya sekitar 1 jt orang di negeri ini. #ronin

4. Diantara mereka ada ribuan politisi yg pengalaman belasan tahun. Ada ribuan aktifis LSM. Ada ribuan pengacara. Ada ribuan dosen. #ronin

5. Ada ribuan wartawan yg tersebar diberbagai media. Ada puluhan ribu PNS, ribuan penggerak koperasi & BMT. #ronin

6. Dan tentu saja ribuan mahasiswa. Mereka bukan sembarangan, biasanya menguasai BEM kampus & tentu saja LDK. Mereka saling sinergi. #ronin

7. Jangan lupa ada ribuan aktifis buruh yg militansinya luar biasa. Gak percaya PKS bisa menggerakkan buruh? Coba tanya @budi_buruh. #ronin

8. Dan seperti saya, ada ribuan budayawan tersebar dimana-mana; bergerak dalam berbagai bidang seni. Film, musik, sastra, dll. #ronin

9. Sekarang sy mau ajak kalian berandai-andai. Jika, agenda PKS haters ini yg ingin ada #PembekuanPKS, atau minimal PKS jatuh 2014 .. #ronin

10. jatuh bebas di Pemilu 2014, sampai PKS tidak lolos ET & tidak boleh terlibat di DPR-RI .. #ronin

11. Maka ratusan ribu orang yang tadi saya sebutkan profesi2nya itu tentu tidak perlu lagi melakukan misinya selama ini. #ronin

12. Apa itu? Salah satunya (bukan yg utama lho); meningkatkan citra partai & menjaga nama baik partai. Kan partai-nya sudah gak ada? #ronin

13. Kami tak perlu pusing pilkada & pemilu, tak perlu pusing opini orang.. Kira-kira apa yg akan kami lakukan? #ronin

14. Ngaji tetaplah. Tapi itu kan cuma seminggu sekali? Waktunya paling lama cuma 4 jam. Sisanya ngapain? #ronin

15. Kami jadi #ronin. Prajurit2 terlatih, berdiaspora menyebar di semua elemen masyarakat; tapi tidak punya payung lembaga ..

16. Apa itu merugikan kami? Ooo tidak .. Justru kadang kami geregetan ingin menjadi seperti ini. Tak peduli opini orang itu enak. #ronin

17. Lalu andaikan nih .. Setelah itu, kami ratusan ribu #ronin ini diberi 1 komando saja .. BALAS.

18. Apa bisa nyenyak tidur kalian kawan? #ronin

19. Dulu tirani Soeharto yg begitu kuat bisa dijatuhkan mahasiswa. Penggerak utamanya 2 : KAMMI & SMUI. Ketuanya Fahri & Rama. #ronin

20. Skarang Fahri & Rama bukan mahasiswa culun lagi. Mereka politisi2 handal dg dukungan jaringan kuat. Tapi lalu jadi #ronin

21. Kami ingat & terus ingat .. Siapa-siapa saja yg dari kemarin hingga hari ini terus mengerjai kami. Jangan kuatir. #ronin

22. Sekali lagi; andai kami para #ronin yg ratusan ribu ini diberi 1 komando : BALAS. Tanpa peduli opini orang, tak peduli citra siapapun.

23. Sebagaimana para haters kami melakukannya pada kami hari ini; mereka tak peduli apa-apa. Bagaimana? #ronin

24. Terus terang; bukannya mengancam; Tapi dalam lubuk hati, saya sangat menunggu saat itu datang. #ronin

25. Ideologi kami Islam, sama persis seperti mayoritas penduduk negeri ini. Tirani gak bisa memperlakukan kami spt komunis PKI dulu. #ronin

26. Kami tak akan menjejali penjara2 dengan tuduhan2 palsu. Kami ada dimana-mana, berdiaspora dg masyarakat. Dan cm punya 1 perintah : BALAS.

27. Apa bisa nyenyak tidur kalian, kawan-kawan? ... terimakasih. #ronin

Sumber. @af1_ on twitter

Semua Ranah Kehidupan adalah Lini Perjuangan

Senin, 13 Mei 2013





Islamedia - Semua ranah kehidupan adalah lini perjuangan jangan merasa ada satupun lini yang kita remehkan...

Segera tentukan posisi kita, dimana lini yang akan kita geluti. Lalu kita camkan, perjuangan ini tidak boleh kebobolan dari lini yang kita jaga..!

Satu catatan penting... jangan kesankan pentingnya lini yang kita jaga, dengan meremehkan atau memojokkan orang-orang yang berjuang di lini yang berbeda...!

Justru kita harus bersyukur jika ada orang lain yang menjaga lini berbeda yang tidak dapat kita jangkau karena keterbatasan.
Berterimakasihlah kepadanya!

Bahkan jika dapat bersinergi, hal itu lebih baik lagi...
apalagi pada saat-saat tertentu dimana tingkat kebutuhan dan dukungan sangat diperlukan..

Miris kalau melihat masih banyak aktifis Islam menghabiskan energi untuk memojokkan saudara-saudaranya yang sama-sama berjuang di lini yang berbeda...

Kalau sekedar dicari-cari kesalahannya....
adakah orang yang bebas dari kesalahan..?
Bahkan diri kita sendiri jika jujur, akan banyak terdapat kesalahan.

Maksudnya bukan membenarkan kesalahan, tapi jangan sampai terjadinya kekeliruan pada saudara kita, membuat kita menafikan perjuangannya, apalagi memojokkannya...

Riyadh, Jumadal Ula 1434 H

Abdullah Haidir

Di Gerbong Kereta pun, Anis Matta dan Rombongan Rapimnas PKS Gelar Salat Berjamaah

Kamis, 18 April 2013






Jakarta – Bagi kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), ibadah salat merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Setiap kali tiba waktu salat, mereka kontan salat berjamaah, di manapun, tak terkecuali di gerbong kereta api sekalipun.


Dalam perjalanan menuju Semarang, Jawa Tengah dari Jakarta, Rabu (17/4/2013), rombongan PKS yang di antaranya Presiden PKS Anis Matta, menggelar salat magrib berjamaah di dalam gerbong kereta VIP yang tengah melaju.


Salat memang biasa dilakukan setiap muslim di mana saja pada waktunya. Namun, bagi petugas kereta api, salat berjamaah di dalam gerbong ini jarang-jarang dilakukan. Apalagi, mereka menggelarnya di gerbong VIP yang biasanya menjadi arena hiburan sepanjang perjalanan.


"Ini langka sekali melakukan salat berjamaah, biasanya yang di VIP pada foya-foya, nyanyi-nyanyi. Jadi mau diabadikan untuk laporan kami," kata salah satu petugas kereta yang mengambil foto mereka.


Menurutnya, hal yang seperti ini memang jarang sekali sehingga perlu didokumentasikan untuk kegiatan penumpang kereta. "Ya buat laporan saja, penumpang kami kegiatannya ini," tuturnya.


Dari pantauan INILAH.COM, Anis Matta bersama jajaran elite partai berada di gerbong kereta wisata atau gerbong 1. Meski menjabat presiden partai, Anis tidak memimpin salat jamaah tersebut dan memilih berada di barisan belakang.


Sebagai informasi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan melakukan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) sekaligus merayakan hari lahir partai di kota Semarang, Jawa Tengah mulai tanggal 18 - 20 April 2013. [tjs]
*inilah.com

Siapapun Anda Adalah PKS

Senin, 08 April 2013


Siapapun Anda adalah PKS 

Kenapa PKS melakukan koalisi dengan Demokrat, kenapa jadi anak nakal di koalisi, kenapa mendukung calon yang  bukan dari kadernya, tapi memiliki kapabilitas, kenapa memasukan kader non muslim yang kapabel.

itu karena PKS memahami bahwa islam tidak hanya terbatas urusan jenggot, gamis, jilbab lebar, poligami, berjabat tangan dengan perempuan, walau memang itu bagian islam, tapi islam bukan hanya itu, islam lebih luas dari itu.

ketika berkoalisi dengan demokrat, PKS bisa mengambil peran untuk memperbaiki bangsa dari segi ekonomi, politik, sosial, pendidikan, hukum dan ketika jadi anak nakal di koalisi, PKS melihat ada kebijakan SBY yang tidak berpihak rakyat.

ketika mengusung calon bukan dari kadernya atau dari non muslim, PKS melihat kader tersebut bisa berperan untuk kepentingan rakyat, dan semua kebijakan itu berlandaskan ideologi, bahwa penegakan keadilan, pemberantasan korupsi, pengentasan kemiskinan,  pemusnahan buta huruf adalah islam.

kalaulah PKS hanya memahami islam terbatas urusan jenggot, jilbab, poligami dan jabat tangan dengan perempuan, PKS tidak akan masuk ke dalam politik dan bermanuver di dalamnya, sebab hal-hal itu sudah bisa dilakukan hanya dengan pengajian, tidak perlu masuk ke dalam politik, tapi kenyataanya tidak, itu menunjukan bahwa di mata PKS islam itu lebih luas.

ketika PKS memahami bahwa islam tidak terbatas pada urusan-urusan yang bisa diselesaikan dengan pengajian itu, maka PKS memandang orang lain di luar PKS yang mencoba menegakan keadilan, memberantas korupsi, mengentaskan kemiskinan dan menyelesaikan masalah sosial dan keamanan, adalah orang islam, bukan orang kafir.

walau beda partai, walau beda baju, walau beda profesi, siapapun ia,  ketika menegakan itu semua ia termasuk dari orang PKS, di dalam internal PKS dikenal dengan adigium; betapa banyak orang di laur kita tapi termasuk ke golongan kita.

jadi ketika anda berusaha menegakan keadilan dan mengorbankan diri demi rakyat, dengan cara masing-masing, walau tidak berjenggot, walau tidak berjilbab panjang, walau tidak ikut lingkaran di internal PKS, tidak memiliki gelar ustadz, anda adalah bagian dari PKS.

kalau anda termasuk para pengawal anti-korupsi, anti mafia hukum, anti-diskriminasi, anti kekerasan, anti human traficing, maka anda adalah bagian dari PKS, PKS menganggap anda adalah teman, bukan musuh, walau beda baju partai, walau memilih non-partisan, karena visi anda dengan PKS sama.

dari sudut pandang ini, janganlah anda berfikir bahwa PKS mengkafirkan anda, PKS menyudutkan anda, PKS ingin mendirikan negara agama, PKS ingin meruntuhkan NKRI, PKS ingin menghapus Indonesia dari peta dunia, sebab anda dan PKS adalah teman yang dekat dalam memajukan NKRI.

kasus dugaan suap terhadap LHI, memang ada dari kader PKS yang meyakini bahwa LHI mungkin tidak bersalah, dan itu hak setiap orang untuk punya opini, dan anda pun berhak punya opini berbeda, berdasarkan informasi yang di dapat masing-masing, tapi semuanya pada akhirnya hukumlah yang akan menentukan, LHI bersalah atau tidak.

tapi arus besar di PKS berprinsip, kalau LHI terbukti bersalah setelah diputuskan pengadilan akan mengatakan sebagaimana Nabi berucap, bahwa jika fatimah mencuri maka aku sendiri yang akan memotong tanganya.”  tidak ada keistimewaan.

jadi biarlah hukum yang menangani, sebagaimana dikatakan oleh Anis Matta, tapi anda pun boleh berbicara tentang LHI, ini kan negara demokrasi, siapapun boleh bicara karena dilindungi undang-undang.

Opini oleh : Adi Andriana

sumber : kompasiana
Siapapun Anda adalah PKS

Kenapa PKS melakukan koalisi dengan Demokrat, kenapa jadi anak nakal di koalisi, kenapa mendukung calon yang bukan dari kadernya, tapi memiliki kapabilitas, kenapa memasukan kader non muslim yang kapabel.

itu karena PKS memahami bahwa islam tidak hanya terbatas urusan jenggot, gamis, jilbab lebar, poligami, berjabat tangan dengan perempuan, walau memang itu bagian islam, tapi islam bukan hanya itu, islam lebih luas dari itu.

ketika berkoalisi dengan demokrat, PKS bisa mengambil peran untuk memperbaiki bangsa dari segi ekonomi, politik, sosial, pendidikan, hukum dan ketika jadi anak nakal di koalisi, PKS melihat ada kebijakan SBY yang tidak berpihak rakyat.

ketika mengusung calon bukan dari kadernya atau dari non muslim, PKS melihat kader tersebut bisa berperan untuk kepentingan rakyat, dan semua kebijakan itu berlandaskan ideologi, bahwa penegakan keadilan, pemberantasan korupsi, pengentasan kemiskinan, pemusnahan buta huruf adalah islam.

kalaulah PKS hanya memahami islam terbatas urusan jenggot, jilbab, poligami dan jabat tangan dengan perempuan, PKS tidak akan masuk ke dalam politik dan bermanuver di dalamnya, sebab hal-hal itu sudah bisa dilakukan hanya dengan pengajian, tidak perlu masuk ke dalam politik, tapi kenyataanya tidak, itu menunjukan bahwa di mata PKS islam itu lebih luas.

ketika PKS memahami bahwa islam tidak terbatas pada urusan-urusan yang bisa diselesaikan dengan pengajian itu, maka PKS memandang orang lain di luar PKS yang mencoba menegakan keadilan, memberantas korupsi, mengentaskan kemiskinan dan menyelesaikan masalah sosial dan keamanan, adalah orang islam, bukan orang kafir.

walau beda partai, walau beda baju, walau beda profesi, siapapun ia, ketika menegakan itu semua ia termasuk dari orang PKS, di dalam internal PKS dikenal dengan adigium; betapa banyak orang di laur kita tapi termasuk ke golongan kita.

jadi ketika anda berusaha menegakan keadilan dan mengorbankan diri demi rakyat, dengan cara masing-masing, walau tidak berjenggot, walau tidak berjilbab panjang, walau tidak ikut lingkaran di internal PKS, tidak memiliki gelar ustadz, anda adalah bagian dari PKS.

kalau anda termasuk para pengawal anti-korupsi, anti mafia hukum, anti-diskriminasi, anti kekerasan, anti human traficing, maka anda adalah bagian dari PKS, PKS menganggap anda adalah teman, bukan musuh, walau beda baju partai, walau memilih non-partisan, karena visi anda dengan PKS sama.

dari sudut pandang ini, janganlah anda berfikir bahwa PKS mengkafirkan anda, PKS menyudutkan anda, PKS ingin mendirikan negara agama, PKS ingin meruntuhkan NKRI, PKS ingin menghapus Indonesia dari peta dunia, sebab anda dan PKS adalah teman yang dekat dalam memajukan NKRI.

kasus dugaan suap terhadap LHI, memang ada dari kader PKS yang meyakini bahwa LHI mungkin tidak bersalah, dan itu hak setiap orang untuk punya opini, dan anda pun berhak punya opini berbeda, berdasarkan informasi yang di dapat masing-masing, tapi semuanya pada akhirnya hukumlah yang akan menentukan, LHI bersalah atau tidak.

tapi arus besar di PKS berprinsip, kalau LHI terbukti bersalah setelah diputuskan pengadilan akan mengatakan sebagaimana Nabi berucap, bahwa jika fatimah mencuri maka aku sendiri yang akan memotong tanganya.” tidak ada keistimewaan.

jadi biarlah hukum yang menangani, sebagaimana dikatakan oleh Anis Matta, tapi anda pun boleh berbicara tentang LHI, ini kan negara demokrasi, siapapun boleh bicara karena dilindungi undang-undang.

Opini oleh : Adi Andriana

sumber : kompasiana

Internasional

INSPIRASI

ARSIP BLOG

NASIONAL

 
© Copyright PKS CANDI 2013 | Update News Kota Sidoarjo | Published by M19 | PKS CANDI Mengabarkan dari Pinggiran Kota Udang .