News Update :

Parik'an

Pitik kentaki wis gak duwe wulu sing duwe wulu iku manuk puter, PeKaeS sak iki nomer urute telu sing milih telu wonge mesti pinter, Adikku tuku korek molene kesasar Ayo derek-derek suksesno 3 besar.

Post Populer

OASE

KIPRAH KAMI

KOLOM QIYADAH

Tampilkan postingan dengan label QIYADAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label QIYADAH. Tampilkan semua postingan

Cahyadi Takariawan : Mencapai Target Itu Mudah

Sabtu, 11 Januari 2014



Oleh Cahyadi Takariawan

Pesan dari akh Rahmat Teguh, senior Jogja yang sekarang tinggal di Kebumen, melalui sms kepada saya:

Ketidak Pencapaian Target itu bukan krn kurang hebatnya Strategi, bukan krn Tinggi rendahnya Target, bukan pula krn Kepemimpinan. Tetapi Seringkali Ketidak pencapaian target itu Krn Terabaikannya Keteraturan.

Keteraturan aktivitas itu mjd syarat mutlak tcpainya Target. Seyogyanya keteraturan itu tercermin dlm Budaya Kerja Jamaah dan ada dalam Daily Kader Activity  yg tercermin dalam Buku Agenda Kader.

Buku Agenda inilah yg mjd Undang_undang dlm Daily Kader Activity.

Faktor kedua yi Message dlm alam bawah sadar setiap Kader dg Visualisasi bahwa mcp target itu mudah. Jamaah kita baik, caleg kita competen dan activitas kita adalah jalan dakwah ilallah.

Akhi... Mencapai Target itu Mudah. Kita Upayakan Mencapai TARGET.

ALLAHU MAIY, ALLAHU HAFIDHZY, ALLAHU NADIRUN ILAYYA.

Anis Matta: Bekerjalah dalam Skala Peradaban

Senin, 06 Januari 2014





Pks Candi – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengajak masyarakat untuk bekerja dalam skala peradaban. Hal ini disampaikannnya pada Pengajian Bulanan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Menteng, Jakarta, Jumat (3/1).

Anis mengambil contoh dari bangsa Ingris dan Arab. Menurutnya, dua bangsa tersebut kecil secara teritorial, tapi punya pengaruh besar di dunia. Hal itu terutama terlihat dari segi bahasa.

“Itu karena mereka bekerja dalam skala peradaban, bukan sekadar skala negara. Negara bagi mereka adalah tools of civilization, bukan pusat segala-galanya. Maka kalau mau menjadi bangsa besar, bekerjalah dalam skala peradaban,” katanya.

Anis juga menjelaskan Islam tidak membatasi bentuk negara. “Dalam perspektif Islam, format negara tidak pernah dibatasi bentuknya. Negara merupakan alat untuk menciptakan peradaban manusia yang lebih baik,” ungkapnya.

Anis kemudian mengutip ayat yang dibaca qari (pembaca ayat Al-Quran) di awal acara, QS. Ar-ra’d: 11. Setelah secara fasih menerangkan tata bahasa ayat tersebut, Anis menjelaskan nilai penting individu sebagai aset perubahan masyarakat.

“Satuan terkecil dari masyarakat adalah individu. Kita bisa mengubah masyarakat kalau bisa mengubah satuan terkecilnya, yaitu individu. Dan yang kita ubah dari individu ini ada tiga lapis, yaitu pikirannya, perasaannya, dan tindakannya,” jelasnya.

Menurut Anis, tindakan yang berulang-ulang itu disebut sebagai kepribadian. Dan kalau kepribadian individu itu digabung menjadi satu, maka disebut sebagai budaya. Lalu Anis menyimpulkan, “Itu sebabnya saya percaya bahwa kekuatan terbesar Indonesia di masa yang akan datang, itu pada kebudayaannya.”

Pengajian bulanan PP Muhammadiyah kali ini bertema “Visi Indonesia Masa Depan”. Beberapa tokoh nasional, seperti Ketua MPR Sidharto Danusubroto, Anggota DPD AM Fatwa, Jenderal TNI Wiranto, Wakil Ketua MPR Hadjriyanto Thohari, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo, terlihat hadir di acara ini. (DLS/MFS)

"Selamat Datang 2014, Selamat Datang Gelombang Ke-3" | by @anismatta

Rabu, 01 Januari 2014


by @anismatta


1. Tidak bermaksud menyaingi @Fahrihamzah, saya akan share ttg arti penting tahun baru 2014 sbg datangnya #GelombangKe3.

2. Kultwit saya tidak akan sepanjang @Fahrihamzah .. Janji deh..

3. Peralihan tahun menuju 2014 ini penting bagi bangsa kita krn kita akan memasuki#GelombangKe3 dlm sejarah Indonesia..

4. Saya membagi sejarah Indonesia menjadi 3 gelombang besar.. Berdasarkan tonggak sejarah..

5. Gelombang pertama.. terjadi sejak penjajahan sampai merdeka.. Gel I ini namanya "menjadi Indonesia"..

6. Gel pertama ini adalah perubahan cara berpikir pendiri bangsa.. Suku dan kerajaan tdk cukup utk menghadapi imperialisme..

7. Pada Gel 1 ini kita "memutuskan" utk menjadi bangsa yg satu.. Mengatasi ikatan primordialisme..

8. Drive terbesar gelombang ini adalah pencarian identitas baru.. Lepas dari identitas sebagai yang terjajah..

9. Transformasi sosial yang terjadi adalah dari etnis menjadi bangsa.. di politik, kerajaan menjadi negara..

10. Nilai utama pada gelombang 1 ini adalah : solidaritas, gotong royong, dan persatuan nasional..

11. Output dari gelombang ini adalah : kemerdekaan, identitas sosial-politik baru, wilayah dan bahasa..

12. Puncak dari gelombang ini adalah PROKLAMASI kemerdekaan 17 Agustus 1945.

13. Setelah merdeka, kita memasuki Gelombang Kedua.. "Menjadi Negara Bangsa Modern"..

14. Semangat gelombang kedua ini adalah "mencari sistem ekonomi dan politik yang kompatibel sesuai sejarah dan budaya"..

15. Nilai-nilai yang mewarnai gelombang kedua adalah : konflik dan kompetisi, serta conformity kepada modernitas..

16. Pencapaian terbesar gelombang 2 adalah konstitusi modern UUD 1945 pada masa Orde Lama..

17. Pencapaian di Order baru adalah penguatan lembaga negara (dan pasar)..

18. Di Orde Lama, ada kebebasan tapi tak ada kesejahteraan.. Sebaliknya di Orba, ada pembangunan tapi tak ada kebebasan..

19. Akhirnya reformasi sebagai sintesis dari tarik-menarik itu.. Reformasi hasilkan ekuilibrium baru..

20. Keseimbangan baru yang paling penting adalah relasi antara agama dan negara..

21. Ekuilibrium lain adalah : keseimbangan demokrasi dan pembangunan; pusat dan daerah..

22. Ekuilibrium baru terbangun antara negara, pasar dan masyarakat sipil..

23. 2014 adalah penghujung gelombang kedua.. kita siap-siap masuk ke#GelombangKe3.

24. #GelombangKe3 ada 5 ciri : 1) Masyarakat kelas menengah yang condong berusia muda.. di bawah 45 tahun..

25. Ciri ke 2) kelas menengah ini berpendidikan cukup tinggi.. 3) kesejahteraan yang membaik..

26. Indonesia masuk pendapatan per kapita USD3.000.. Oleh @yuswohady fenomena ini disebut #C3000.

27. 4) Kelas menengah ini "well connected" melalui internet dan social media..

28. 5) Pada #GelombangKe3 ini kita menyaksikan lahirnya "native democrazy".. Mereka yang sejak lahirnya hanya mengenal demokrasi..

29. Pemilih pemula pd pemilu 2014 lhr pd '92-'97..Mrk tdk punya referensi suasana otoriter Orba.. Mrk anggap Demokrsi itu "given".

30. "Native Democracy" spt anak kita skrg yg jago ngoprek fitur2 smartphone.. Smntra yg tua2, spt saya, cuma pakai fitur basic..

31. #GelombangKe3 memberi tantangan kpd negara, krn hirarki dan otoritas hilang.. komunitas menguat.. individu bergandengan tangan..

32. #GelombangKe3 ini titik bertemunya dividen demografi dan demokrasi, Indonesia harus bisa lompat ke kemajuan..

33. Nilai baru #GelombangKe3 adalah kualitas hidup.. kesejahteraan diburu, tapi bukan yg utama.. ia pembentuk kualitas hidup..

34. Nilai lain #GelombangKe3 adalah melampaui individualisme.. Achievement individu untuk kebaikan bersama.. berbagi jadi penting..

35. Jargon #GelombangKe3 adalah Society First!! Orientasi kemanusiaan jadi utama..

36. Saya optimis terhadap Indonesia di #GelombangKe3.. Mengapa? 1) Masyarakat akan jadi panglima.. bukan politik atau ekonomi..

37. 2) Perubahan demografi dan budaya yg mendorong kemajuan.. Angkatan kerja produktif banyak.. budaya kolaborasi..

38. 3) Masyarakat Indonesia baru yang bersendikan : Agama, Pengetahuan, dan Kesejahteraan

39. Agenda terbesar #GelombangKe3 adalah transformasi RI dari entitas politik menjadi entitas peradaban..

40. Untuk itu kita butuh strategi kebudayaan baru, mindset baru dan cara pandang terhadap masalah yg baru pula..

41. Karena pada saat yg sama, makna citizenship berubah.. individu bukan lagi warga negara, tp warga planet..

42. Strategi kebudayaan baru diperlukan agar RI tidak hanya terintegrasi pada dunia, tp juga berperan..

43. RI harus menjadi kekuatan arus utama agar ikut menata ulang masalah umat manusia di bumi..

44. Kita yakin akan masa depan Indonesia.. Indonesia akan sejahtera dan maju, bahkan berperan di dunia.

45. Karena itu kita tak perlu menjual kecemasan untuk menggaet hati rakyat.. Sebarkan optimisme..

46. Selamat tahun baru 2014.. Selamat datang #GelombangKe3 !! Indonesia adil dan sejahtera cita-cita kita..

Anis: Kasus LHI Menghentak, Tapi PKS Bangkit Kembali

Kamis, 05 Desember 2013












Liputan6.com, Jakarta : Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menyatakan kasus korupsi yang melibatkan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq menjadi bahan introspeksi seluruh kader partai itu. Kasus ini mengajarkan agar tidak terlibat korupsi dan tetap semangat membangun partai memenangkan Pemilu 2014.


"Ada semangat introspeksi dan pengorbanan yang lebih besar," kata Anis di Kantor The Future Institute (TFI), Jalan Patra Nomor 48, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (5/12/2013).

Mantan Wakil Ketua DPR ini melanjutkan, hasil introspeksi tersebut diwujudkan dalam bentuk peningkatan kinerja partai, yang terbukti dengan solidnya kader-kader sampai tingkat bawah mendukung partai meningkatkan elektabilitas PKS jelang Pemilu 2014.

"Ini sebuah hentakan, pada akhirnya manusia biasa yang tidak sempurna, tapi kami bangkit kembali," ujar Anis.

Anis mengakui, kasus LHI menjadi tantangan besar bagi partainya menghadapi pemilu mendatang. Namun, partainya tetap optimis untuk dapat membangun kepercayaan publik untuk tetap memilih PKS pada pemilu mendatang. "Tantangan kami lebih besar untuk merebut kepercayaan konstituen," tegas Anis.

Buah dari kerja keras itu mulai terlihat. Anis mengklaim publik mulai menaruh kepercayaan lagi kepada partainya. "Setelah kita terus-menerus melakukan gerakan silaturahmi, perlahan-lahan kepercayaan publik kembali lagi," kata Anis. (Ado/Sss)


sumber:Liputan6.com

Fahri Hamzah si Anak Macan

Kamis, 16 Mei 2013





Cukup Fahry Hamzah !!!

Ketika KPK mengalami sikap terpojok maka pimpinan KPK AS, JB bilang jangan dibenturkan KPK dan PKS

Sedangkan diawal-awal kasus keduanya getol dengan menantang PKS, bahwa tidak akan gentar melawan PKS

Ketika itu PKS hanya diam dan memberikan kewenangan terhadap KPK untuk menyelesaikan kasus LHI dengan kuasa hukumnya

LAGI-LAGI KPK menyeret-nyeret­ PKS ke pusaran kasus LHI lewat penyitaan tanpa prosedur

LAGI-LAGI KPK menyeret Anis Matta dan Hilmy Aminuddin ke pusaran kasus LHI lewat pemanggilan ke kantor KPK

setelah itu tidak cukup disitu JB LAGI-LAGI menyeret PKS ke kasus LHI dengan pernyataan bahwa PKS tidak kooperatif

Tetapi hendak dikata PKS tahu betul kalo pen DZHOLIMAN KPK mulai dari asumsi penangkapan LHI, Penyitaan, pernyataan JB yang memojokkan ini terus dibiarkan maka akan rugi besar dan JB akan semena-mena memperlakukan PKS seperti ayam sayur dengan menebar fitnah sana dan fitnah sini

Maka dengan melihat kondisi seperti ini PKS mengeluarkan anak macan yang imut, gemes, galak, dikeluarkan dari kandangnya dia alah “Fahri Hamzah”,

Anak macan “Fahri Hamzah” sebenarnya sudah lama dikandangin setelah selesai melumat “daging century, BLBI”

“Fahri Hamzah” si anak macan ini terus tampil di acara-acara sirkus, besar atau sirkus kecil, semua penonton yang menyaksikannya dibuat terkagum kagum melihat kelincahan serta kepiawaiannya dalam alur tema “ PKS VS KPK”

Kalo JB bilang jangan dibesar-besarka­n kasus LHI, sebenarnya kasus LHI itu sama dengan kasus lain,kata JB.

PKS sudah menjawabnya , iya PKS juga menganggap kasus ini kecil KPK saja yang Pestivalisasi kasus disamping itu juga PKS hanya menurunkan anak macan saja “Fahri Hamzah” belum biang nya atau anak-anak yang lainnya

KPK sudah kerepotan menghadapi anak macan “Fahri Hamzah” seorang, bahkan di acara sirkus terakhir ILC, JB mati kutu sayu dan berulang kali bilang “buktikan nanti kita di pengadilan 1000 x “ hwee

Rupanya JB sudah mengibarkan bendera putih, karena masyarakat sekarang sudah memberikan simpati terhadap PKS,

LAGI-LAGI hanya “Fahri Hamzah” yang diutus untuk menghadapi Media, KPK, serta pengamat yang asal jeplak, yang terakhir ICW yang sekarang hati-hati berbicara karena sudah merasakan betapa cakaran anak macan “Fahri Hamzah” yang mematikan…

Cukup Fahri Hamzah…Cukup Fahri Hamzah,,,,,Cuku­p fahri Hamzah saja,…

(abraham Naim)



Adhyaksa: “Andai Ana Masih Menpora, Ana Boikot Sea Games di Myanmar”

Minggu, 12 Mei 2013






Mantan Menpora Dr Adhyaksa Dault


JAKARTA (SALAM-ONLINE): Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dr Adhyaksa Dault adalah salah satu sosok yang prihatin dengan keadaan umat Islam di Myanmar (Burma).

Menurut Adhyaksa, tidak bisa tidak, harus pemerintah yang turun menyelesaikan masalah ini.

“Menurut ana, ini sudah pembantaian, pemerintah (Indonesia) harus turun tangan. Indonesia itu penduduk terbesar di asia, 46% penduduk asia itu dari Indonesia. Kita harus preasure mereka tapi melalui pemerintah,” ujarnya kepada Suara Islam Online saat acara peduli Rohingya di Cibubur belum lama ini.

Mantan Ketua Umum KNPI ini juga mengatakan momen Sea Games yang akan datang di Myanmar bisa dijadikan tekanan jika Indonesia bersikap memboikot untuk solidaritas kaum Muslimin yang dizalimi.

“Seandainya ana masih menjadi Menpora, akan ana boikot, tidak akan ikut Sea Games bulan Desember di Myanmar. Sekarang sih ana cuma bisa menghimbau, tapi seandainya ana masih Menpora, ‘Wallahi, Demi Allah’, akan ana lakukan boikot itu,” tegasnya.

Berkaitan dengan kondisi kaum Muslimin Rohingya-Arakan, Adhyaksa mengaku senantiasa mengikuti perkembangannya baik dari berita media Islam maupun relawan yang ada di Myamar.

“Kita juga punya data, ana punya kawan baru kabarkan ke ana, ada empat orang anak kecil dibakar di masjid daerah Yangon, sungguh biadab,” ujarnya sambil menunjukkan pesan singkat dari kawannya tersebut.

Berkaitan seruan jihad yang dikumandangkan oleh ormas-ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) Adhyaksa yang sekarang memimpin ormas Aspirasi Indonesia ini sangat mendukung gerakan tersebut.

Menurut Adhyaksa, yang dilakukan FUI untuk menyerukan jihad itu adalah benar. Dulu pun sewaktu menjadi Menpora, ungkapnya, dia pernah daftar jadi relawan ke Lebanon.

“Ana daftar pertama jadi relawan bersama kawan-kawan di Front Pembela Islam (FPI). Waktu itu sempat geger, di berita luar negeri ketika mendengar ada menteri yang ikut relawan jihad, itu menjadi preasure yang kuat. Jadi sebenarnya dalam masalah Myanmar ini harus ada keberanian dari pemerintah Indonesia,” tutupnya. (Suara Islam Online), salam-online

Nikmati Jalan Dakwah

Rabu, 05 Desember 2012



Terlalu sering saya sampaikan, agar kita tidak gagal dalam menikmati jalan dakwah. Dalam berbagai forum dan tulisan, saya selalu mengajak dan mengingatkan, agar kita selalu menjadikan jalan dakwah ini sebagai sesuatu yang kita nikmati. Segala renik yang ada di sepanjang jalannya: suka dan duka, tawa ria dan air mata, kemenangan dan kepedihan, tantangan dan kekuatan, sudahlah, semua itu adalah bagian yang harus bisa kita reguk kenikmatannya.

Di antara doa yang sering saya munajatkan adalah, “Ya Allah, wafatkan aku dalam kondisi mencintai jalan dakwah, dan jangan wafatkan aku dalam kondisi membenci jalan ini.” Tentu saja bersama doa-doa permohonan lainnya. Saya tidak ingin menjadi seseorang yang mengurai kembali ikatan yang telah direkatkan, mengungkit segala yang telah diberikan, dengan perasaan menyesal dan meratapi segala yang pernah terjadi di jalan ini.

Saya merasa bukan siapa-siapa, dan hanya seseorang yang mendapatkan banyak kemuliaan di jalan ini. Mendapatkan banyak saudara, mendapatkan banyak ilmu, memiliki banyak pengalaman, mengkristalkan banyak hikmah, menguatkan berbagai potensi diri, menajamkan mata hati dan mata jiwa. Luar biasa, sebuah jalan yang membawa berkah melimpah. Maka, merugilah mereka yang telah berada di jalan ini tetapi tidak mampu menikmati.

Maka mari kita nikmati jalan dakwah ini, “sebagai apapun” atau “tidak sebagai apapun” kita. Posisi-posisi dalam dakwah ini datang dan pergi. Bisa datang, bisa pergi, bisa kembali lagi, bisa pula tidak pernah kembali. Bisa “iya” bisa “tidak”. Iya menjadi pengurus, pejabat, pemimpin dan semacam itu; atau tidak menjadi pengurus, tidak menjadi pejabat, tidak menjadi pemimpin, tidak menjadi apapun yang bisa disebut.

Kamu siapa ?

“Saya pengurus partai dakwah”. Ini bisa disebut.

“Saya pejabat publik yang diusung oleh partai dakwah”. Ini juga bisa disebut.

“Saya pemimpin organisasi dakwah”. Ini sangat mudah disebut.

“Saya kepala daerah yang dicalonkan dari partai dakwah”. Ini cepat disebut.

Tapi, kamu siapa ?

“Saya orang yang selalu berdakwah. Pagi, siang, sore dan malam. Kelelahan adalah kenikmatan. Perjuangan adalah kemuliaan. Saya bahkan tidak tahu, apa nama diri saya. Karena saya lebih suka memberikan hal terbaik bagi dakwah, daripada mencari definisi saya sebagai apa di jalan ini”.


Ya. Nikmati saja jalan ini. Sebagai apapun, atau tidak sebagai apapun diri kita di jalan dakwah. Jangan gagal menikmati.



Selesai Rapat di Markaz Dakwah, Simatupang.

Oleh : Cahyadi Takariawan*

Ketua DPR RI Temui Presiden Mesir Bahas Gaza dan Pererat Hubungan Kedua Negara



Selasa, 04 Desember 2012


Senin (3/12) Presiden Mesir Muhammad Mursi menerima kunjungan Ketua DPR RI, Marzuki Ali, di istana negara. Marzuki Alie tiba di Kairo pada Ahad petang untuk memulai kunjungannya ke Mesir dan Palestina dalam kapasitas sebagai Ketua DPR-RI merangkap Presiden Persatuan Parlemen Organisasi Kerja Sama Islam (PUIC).

Pertemuan ini membahas upaya memperkuat hubungan antara Republik Arab Mesir dan Republik Indonesia dan juga membahas persoalan palestina.

Marzuki dalam pertemuan itu didampingi Duta Besar RI untuk Mesir, Nurfaizy Suwandi dan enam anggota DPR, sementara Mursi didampingi Ketua Majelis Syura (MPR) Mesir, Ahmad Fahmi.

Anggota DPR-RI yang mendampingi Marzuki itu adalah Hayono Isman (Demokrat), Surahman Hidayat (PKS), dan empat anggota Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) RI-Palestina, yaitu Al Muzammil Yusuf (ketua), Raihan Iskandar, Sukiman, dan Muradi Darmansyah.

Marzuki menyatakan penghargaannya atas upaya Mesir untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza. Kedua belah pihak sepakat tentang perlunya untuk meringankan penderitaan rakyat Palestina melalui pengangkatan langsung dari segala bentuk blokade di Jalur Gaza dan membuka perlintasan bagi orang-orang dan barang.

Pertemuan ini juga membahas cara-cara memperkuat hubungan antara Republik Arab Mesir dan Republik Indonesia, terutama untuk memberikan dukungan politik dan dasar hukum bagi pengusaha dan investor dari kedua belah pihak untuk meningkatkan pertukaran perdagangan dan investasi bersama antara kedua negara, di samping untuk meningkatkan hubungan kebudayaan dan pendidikan.

Presiden Mesir Muhammad Mursi merencanakan membawa pengusaha ke Indonesia dalam upaya meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara.

"Rencananya tahun depan (2013) Presiden Mursi akan berkunjung ke Indonesia dengan membawa sejumlah pengusaha Mesir untuk menjalin kerja sama dengan mitra mereka di Indonesia," kata Ketua DPR-RI Marzuki Alie kepada Antara  di Kairo usai pertemuan dengan Kepala Negara Mesir di Istana Al Ittihadiyah itu, Senin (3/12/2012) petang waktu setempat.

Menurut Marzuki, tekad Presiden Moursi itu diungkapkan setelah melihat data kerja sama ekonomi dan perdagangan RI-Mesir masih sangat kecil, yaitu hanya sekitar dua miliar dolar AS per tahun.

"Padahal potensi kedua negara dalam kerja sama ekonomi sangat besar dan seharusnya lebih dari itu bila dioptimalkan," kata Marzuki.

Selain bertemu Presiden Mursi, Marzuki dan anggota delegasi juga secara terpisah bertemu dengan Ketua MPR Ahmad Fahmi di gedung parlemen dan Perdana Menteri Hisham Qandil.

Dari Kairo, Marzuki akan bertolak ke Gaza untuk bertemu Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniya dan pimpinan parlemen Palestina di wilayah yang masih diblokade Israel.

Misi Kunjungan Marzuki ke Gaza untuk menyampaikan rasa simpati dan solidaritas Indonesia serta dunia Islam terhadap rakyat Jalur Gaza yang dibombardir Israel dalam perang delapan hari pada 14-21 Desember 2012.

Indonesia Akan Buka Kantor Kedutaan di Palestina

Sementara itu Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah menyatakan kesiapan menerima kunjungan delegasi lain DPR RI pimpinan Ketua Komisi I, Mahfudz Siddiq, di Ramallah, Tepi Barat, Palestina pada Senin (3/12).

"Barusan sudah ada konfirmasi dari Ramallah bahwa delegasi DPR RI akan diterima Presiden Abbas," kata Ketua Kaukus Parlemen untuk Timur Tengah, Komisi I DPR-RI, Muhammad Najib.

Selain Presiden Abbas, delegasi pimpinan Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq juga akan diterima Gubernur Jericho dan Wakil Menlu Palestina. Delegasi DPR sebelumnya berkunjung ke Gaza dan bertemu PM Ismail untuk menyampaikan simpati serupa.

Menurut Najib, dalam kunjungan ke Ramallah, delegasi akan menyampaikan bahwa Indonesia akan membuka Kantor Perwakilan di Ramallah yang akan menjadi cikal bakal KBRI. [admpyg]

MABIT AKHIR TAHUN




di MASJID PUSDAI BANDUNG

Pemateri

Ahmad Heryawan
Abdullah Gymnastyar
Miftah Farid
Jamil Azzaini
MABIT AKHIR TAHUN - 31 Desember 2012

di MASJID PUSDAI BANDUNG

Pemateri

Ahmad Heryawan
Abdullah Gymnastyar
Miftah Farid
Jamil Azzaini

Seni Ketidakmungkinan



Oleh Anis Matta


Sejarah kepahlawanan tidaklah ditulis dengan mulus. Para pahlawan Mukmin sejati tidak selalu menghadapi situasi dan peristiwa yang mereka inginkan. Kita mungkin akan lebih kuat apabila situasi dan peristiwa yang tidak kita inginkan itu sudah kita duga sebelumnya, sehingga ada waktu yang memadai untuk melakukan antisipasi.

Akan tetapi, apa yang akan dilakukan para pahlawan mukin sejati apabila mereka menghadapi situasi dan peristiwa yang tidak mereka inginkan dan tanpa mereka duga sebelumnya? Ini jelas berbeda dengan situasi sebelumnya. Di sana kita mempunyai waktu yang memadai untuk melakukan antisipasi,tetapi di sini kita tidak mempunyai waktu itu. Di sana secara psikologis kita akan lebih siap, tetapi di sini kita tidak terlalu siap. Namun, saat-saat seperti ini akan selalu terulang dalam kehidupan para pahlawan mukimin sejati. Saat-saat seperti ini merupakan saat yang paling rumit dalam hidup mereka. Dan inilah salah satu momentum kepahlawan dalam hidup mereka.

Yang pertama kali mereka lakukan adalah menerima kenyataan itu apa adanya. Mereka tidak menolaknya, tidak juga mencela atau mengumpatnya. Dalam situasi seperti itu mereka menjadi sangat realistis; situasi atau peristiwa itu sudah terjadi, ia sudah menjadi kenyataan yang tidak dapat ditolak. Maka, jalan terbaik adalah menerimanya apa adanya. Tentu saja, tidaklah cukup hanya dengan menerima situasi dan peristiwa itu apa adanya. Maka, yang selanjutnya mereka lakukan adalah menentukan kemungkinan paling buruk yang dapat mengalihkan arah perjalanan mereka menuju kepahlawan. Jalan menuju kepahlawan itu haruslah jelas, sejelas matahari dalam benak dan kesadarannya.

Dengan begitu, ia mengetahui semua kemungkinan yang dapat mengalihkan arah perjalanannya. Misalnya, hadirnya situasi atau peristiwa tertentu di luar kehendaknya dan di luar dirinya serta tanpa ia duga sebelumnya, namun ia menyentuh dan mempengaruhi kehidupannya secara keseluruhan.

Itulah poin paling penting yang harus ia tentukan ketika selanjutnya ia berinteraksi dengan peristiwa atau situasi tersebut. Apabila poin yang dapat mengalihkan arah perjalanannya telah is temukan, maka langkah selanjutnya adalah mengadaptasikan dirinya dengan situasi-situasi baru yang terjadi setelah perubahan keadaan tersebut. Pikiran, jiwa, dan ruhnya harus belajar hidup normal dalam situasi-situasi baru tersebut.

Akan tetapi, dalam proses itu pula ia mencoba menemukan celah yang dapat mengambalikan kekuatan dirinya secara penuh, menemukan saat-saat keseimbangan optimalnya dari seluruh instrumen kepribadiannya dan memuntahkan karya-karya terbaiknya dalam situasi-situasi tersebut. Ia melampaui dengan tenang seluruh hambatan-hambatan yang merintanginya dalam situasi-situasi baru itu.

Kalau politik didefinisikan sebagai seni kemungkinan, kepahlawanan adalah kebalikannya;seni ketidakmungkinan.[]


*Buku Mencari Pahlawan Indonesia

Internasional

INSPIRASI

ARSIP BLOG

NASIONAL

 
© Copyright PKS CANDI 2013 | Update News Kota Sidoarjo | Published by M19 | PKS CANDI Mengabarkan dari Pinggiran Kota Udang .