News Update :

Parik'an

Pitik kentaki wis gak duwe wulu sing duwe wulu iku manuk puter, PeKaeS sak iki nomer urute telu sing milih telu wonge mesti pinter, Adikku tuku korek molene kesasar Ayo derek-derek suksesno 3 besar.

Post Populer

OASE

KIPRAH KAMI

KOLOM QIYADAH

Tampilkan postingan dengan label MESIR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MESIR. Tampilkan semua postingan

Majalah TIME: Muhammad Mursi Orang Paling Berpengaruh ke-4 di Dunia

Jumat, 06 Desember 2013



Dr Muhammad Mursi 


dakwatuna.com - Majalah TIME merilis nama-nama tokoh yang mereka angkap paling berpengaruh di dunia. Terkait hal tersebut, Presiden Mesir Dr Muhammad Mursi menempati urutan ke-4 orang yang paling berpengaruh di dunia versi Majalah TIME.

Majalah TIME mengungkapkan bahwa Mursi adalah presiden Mesir pertama dari kalangan sipil yang dipilih langsung oleh rakyat secara demokratis di negeri tersebut. Beliau mengapresiasi keragaman dan prulalitas sehingga memasukkan tokoh-tokoh non-muslim dalam jajaran pemerintahannya, sebagaimana juga beliau menolak seruan untuk berlaku represif dan mengekang terhadap kelompok liberal maupun sekuler.

Majalah TIME juga menyebutkan keberanian Mursi dan keseriusan dirinya berperan dalam menghentikan perang antara Israel dan Hamas (perang 8 hari di bulan November 2012) dan seruan tegas Mursi agar presiden Suriah, Basyar Al-Asad mengundurkan diri.

Majalah ini juga menyatakan bahwa Mursi tetap menjadi sosok yang sangat berpengaruh di Timur Tengah meski tantangan dalam negeri menghadangnya. (io/ai)
Redaktur: Retummoc



Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/12/20/25614/majalah-time-muhammad-mursi-orang-paling-berpengaruh-ke-4-di-dunia/#ixzz2mfdG1HQx

Alasan Presiden Mursi di Kudeta, Pakar Nuklir Beberkan Penyebab Presiden Mursi dikudeta

Rabu, 13 November 2013





Islamedia - Pakar nuklir dunia, DR Abdul Qadir Khan, membeberkan penyebab dikudetanya Presiden Mursi.

Mengapa Amerika dan Israil melakukan Konspirasi dan bekerjasama dengan agen-agen di dalam negeri mesir untuk mengkudeta Mesir ?!

Berikut ini pengakuan Ilmuan terkemuka itu terkait berbagai penyebab sesungguhnya dari penjatuhan Presiden Mesir, Muhammad Mursi.

"Sebenarnya saya tidak bermaksud berbicara terkait permasalahan internal mesir, namun demi menyampaikan sebuah kebenaran yang wajib diketahui oleh rakyat Mesir dan selanjutnya rakyat Mesir sendirilah yang memutuskan "nasib" Presiden Mursi kedepan.

Presiden Moursi pernah melakukan kunjungan ke Rusia, India, dan Pakistan. Hal yang tidak diketahui oleh banyak pihak adalah Bahwa Presiden Mursi sudah membuat nota kesepakatan dengan Rusia untuk menghidupkan kembali reaktor Nuklir Mesir untuk pengayaan Uranium yang akan menghasilkan tenaga listrik plus Pembuatan Reaktor baru untuk tujuan yang sama yang sudah siap beroperasi pada tiga tahun mendatang.

Sadarkah rakyat Mesir bahwa Barat amat kaget dengan hasil kunjungan Presiden Mursi Ke Rusia tersebut.

Dengan proyek tersebut, minimal mesir sudah memangkas habis permasalahan listrik untuk selamanya, disamping itu mesir akan "Menjual" Listrik itu keseluruh santreo Afrika.

Rakyat Mesir harus mengetahui bahwa Mesir sudah akan menerima dua kapal selam buatan Jerman kalau saja Israel tidak menekan Jerman untuk menggagalkan Mesir memiliki dua kapal selam yang mampu meledakkan kapal induk pengangkut pesawat tempur.

Banyak warga mesir yang tidak menyadari manfaat jika Mesir memiliki satelit Militer yang dapat menembus setiap senti meter tanah yang sekarang dijajah Israel, satelit yang dilengkapi dengan kemampuan super canggih itu dapat menentukan titik-titik target Rudal-rudal yang akan diluncurkan.

Pembuatan Satelit ini sudah dituangkan dalam nota kesepakatan antara Presiden Mursi dengan Ilmuan-ilmuan India, kalau saja tidak ada kudeta tentunya dalam waktu dekat Mesir sudah punya satelit pengintai sendiri.

Banyak juga yang tidak tahu kalau Mursi pernah bilang ke Presiden Putin bahwa Mesir membutuhkan Rudal, dan Rusia menyambut keinginan itu dan menyepakati secara resmi untuk menyelesaikan proyek rudal yang cukup membuat Tel Aviv menjadi kepulan neraka jahanam, jika terjadi perang.

Persisnya Presiden Mursi pernah mengutus seorang perwira berpangkat Mayjen bernama Al-Tharraz untuk melakukan bargaining terkait nota kesepakatan proyek Rudal ini, cuma saja tekanan Amerika kepada petinggi militer Mesir membuat proyek ini gagal.

Wajib bagi rakyat Mesir untuk menyadari bahwa mesir hampir saja Merdeka dan Berdaulat serta terbebas dari berbagai tekanan Barat.

Banyak yang tidak menyadari bahwa Mesir sebenarnya tidak membutuhkan Bom atom. Iran misalnya sudah melakukan hal mustahil agar dapat memiliki Rudal dengan jarak tempuh 2500 km untuk bisa mencapai Israel.

Sementara Mesir bisa saja melibas Israel dengan rudal-rudal murahan yang bisa saja di dapat di pasar senjata gelap.

Namun Presiden Mursi adalah pemimpin yang menyadari betul bahwa jika Mesir memiliki Rudal maka jari-jari dan kaki Israel akan gemetar ketakutan dan bahkan lumpuh, Karena Total daratan Israel lebih kecil dari sebuah provinsi yang ada di Mesir.

Wahai Rakyat Mesir yang terhormat, harapan itu masih ada selama cita-cita kalian belum sirna, selama kalian masih tegar, mintalah bantuan kepada Allah dan perkuat semangat.

Selamanya jangan pernah menyerah, karena Kebenaran lebih tangguh dari senjata apapun.[islammemo/YL/Islamedia]

Dua Jagal Tersadis Abad Ini, Assad dan Assisi

Kamis, 22 Agustus 2013




Jenderal Assisi pimpinan Junta Militer Mesir (kiri), Presiden Suriah Bashar Assad (kanan).



Peristiwa berdarah di Suriah yang diakibatkan oleh pecahnya perang saudara di negeri itu sejak tahun lalu, telah berimbas sangat fatal bagi kelangsungan hidup rakyatnya. Hingga saat ini telah membunuh ribuan rakyat Suriah yang tidak berdosa. Selanjutnya, pembantaian berdarah di Mesir yang baru berjalan kurang dari dua bulan, juga tidak kalah sadisnya jika dibandingkan dengan peristiwa berdarah di Suriah.

Malah, pembantaian di Mesir dapat dikatakan pembantaian tersadis abad ini, sebab dalam waktu yang begitu singkat telah berhasil membunuh ribuan jiwa rakyatnya sendiri. Apapun alasannya, tentu saja perbuatan kedua aktor tersebut patut untuk dikutuk, karena tidak sesuai dengan norma-norma kemanusiaan yang selalu kita junjung tinggi.

Bashar Assad adalah Presiden negeri Suriah, yang telah mewariskan kekuasaannya dari sang ayah Hafez Assad lewat suara aklamasi di parlemen Suriah. Terjadinya Arab Spring di beberapa negeri Arab, juga tidak luput menerpa hingga ke negeri Syams ini. Sebab rakyat Suriah sudah sangat tersiksa dengan sistem otoriter yang diterapkan oleh sang penguasa tirani Assad. Demi menghalau protes serta kekuatan yang digalang rakyatnya, Assad tanpa raga-ragu menggunakan berbagai fasilitas militer, untuk membumi hanguskan negeri dan rakyatnya sendiri tanpa pandang bulu, demi mengamankan kekuasaannya.

Korban kebiadaban Assisi dan Assad mencoreng peradaban modern ummat manusia. (foto: mosaab alshamy, anadolu agency tukiye)



Dengan darah dingin, Assad berani menggunakan senjata kimia yang terlarang secara internasional, untuk melenyapkan rakyatnya yang tidak berdosa. Hari ini saja (22/8) sesuai laporan Kantor Berita Anadolu Turki, telah terjadi pembantaian di wilayah Guta bagian timur Suriah, dan telah menewaskan lebih dari 430 jiwa warga Suriah. Dimana sebagian besar korbannya adalah wanita dan anak-anak. Serangan Dahsyat tersebut diindikasi menggunakan senjata kimia, yang terlarang secara internasional.

Jenderal Al Sisi, yang saat ini menjadi musuh utama sebagaian besar rakyat Mesir. Juga telah mencatat rekor yang sangat luar biasa dalam sejarah modern bangsanya. Setelah sukses melakukan kudeta militer atas Presiden Sah pilihan rakyat Mesir Muhammad Mursi. Secara menyakinkan, juga telah memperaktekkan langkah seniornya Bashar Assad dari negeri Syams, dalam upaya sistimatis pembantaian rakyatnya sendiri.

Puncaknya adalah, pembantaian bunderan Rabaa tanggal (14/8). Hanya dalam waktu 7 jam saja, ia telah berhasil membantai rakyatnya kurang lebih 2200 orang korban tewas, serta puluhan ribu lainnya luka-luka. Dengan darah dinginnya, tanpa ragu ia menggunakan semua kemampuan militer dan keamanan Mesir untuk melancarkan serangan terhadap rakyatnya yang tidak bersenjata, baik dari darat maupun dari udara. Maka seketika itu juga, bunderan Rabaa pun menjadi kolam darah rakyatnya sendiri.

Gilanya, kedua manusia ini mempunyai motif dan alasan yang sama dalam membantai rakyatnya. Yaitu membasmi kekuatan teroris yang merongrong serta mengganggu kekuasaannya. Hebatnya, sampai saat ini tidak ada satu negara internasional pun yang mampu menghentikan kebiadaban aksi mereka terhadap rakyatnya sendiri. Lucunya, mereka malah mendapat dukungan yang luar biasa dari negara-negara sealiran dan kongsi politik.

Sebagai manusia yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, tentu saja kita percaya akan kekuasaan Allah yang tiada batas. Dalam sejarah ummat manusia, kekuasaan rezim zalim di muka bumi ini pasti ada batasnya. Bahkan, sekelas kedigdayaan kekuasaan Fir’aun pun yang mampu membangunan piramida yang tiada duanya hingga era modern ini, pada akhirnya hancur berkeping-keping tanpa mampu melawan kodratnya, yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta. Begitu juga dengan dua tirani dunia Assad dan Assisi, cepat atau lambat keduanya akan termakan dengan kodratnya sendiri, serta mempertanggungjawabkan semua kebiadaban yang telah dilakukan dihadapan Sang Pencipta.

Salam

(By. Masykur A. Baddal )


Video: Sedang Mengevakuasi Korban, Tetap Ditembak oleh Sniper


 Dalam video ini terdapat gambaran situasi ketika seorang laki-laki sedang mengevakuasi korban pembantaian militer Mesir pemerintahan kudeta, laki-laki itu justru menjadi sasaran tembakan sniper, di Rab’ah, Mesir, Rabu (14/8/2013). Jutaan warga sipil Mesir berdemonstrasi di Rab’ah menentang kudeta, sementara militer pemerintahan kudeta melakukan pembubaran paksa dengan senjata api dan pembantaian.

Courtesy : Abdallah Musthafa / YouTube


Tokoh Kudeta El-Baradei Terancam Di Penjara







El Baradei dituduh telah mengkhianati kepercayaan negara karena keputusannya untuk mundur pasca kekerasan militer

 Kairo. Mantan wakil presiden interim Mesir, Mohamed el-Baradei, terancam dipenjara. Salah satu tokoh utama di balik jatuhnya Presiden Muhammad Mursi tersebut dituduh telah mengkhianati kepercayaan negara karena keputusannya untuk mundur pasca kekerasan militer yang menewaskan lebih dari 1.000 orang, pekan lalu.

Sumber di pengadilan mengatakan, kasus el-Baradei akan mulai disidangkan pada Rabu (21/8) waktu setempat. Aljazirah melaporkan, seorang pakar hukum tata negara di Universitas Helman di ibu kota Kairo telah mengajukan tuntutan kepada pengadilan setempat untuk segera menyeret el-Baradei ke persidangan. “El-Baradei telah mencederai kepercayaan publik dengan mengundurkan diri dan ke luar negeri,” tulis pakar tersebut dalam tuntutannya.

El-Baradei mundur karena tidak sepakat dengan militer yang menggunakan cara kekerasan dalam pembubaran demonstran pro-Mursi. Mantan ketua Badan Atom Perserikatan Bangsa-Bangsa (IAIE) itu terancam dengan hukuman tiga tahun penjara atau denda senilai 1.450 dolar AS jika terbukti bersalah.
Pada Ahad (19/8), mantan peraih Nobel Perdamaian ini dikabarkan telah hengkang ke Austria. Hingga sekarang, dia masih di Wina. Politikus gaek 71 tahun ini pun enggan berkomentar tentang tantangan politik negaranya ke depan pasca kepergiannya.

Namun, saat pidato pengunduran dirinya, el-Baradei menegaskan, rekonsiliasi dengan menggandeng semua faksi di Mesir adalah satu-satunya cara menyelamatkan Negeri Piramida itu dari ancaman perang saudara.
El-Baradei menjadi tokoh utama Fron Penyelamatan Nasional (NSF) yang ngotot untuk menjungkalkan Mursi lewat demonstrasi selama setahun penuh di Alun-Alun Tahrir, Kairo.

Tokoh liberal ini juga sempat digadang-gadang menggantikan Mursi jika presiden yang didukung Ikhwanul Muslimin itu tumbang. Setelah kudeta pada 3 Juli, El-Baradei ditunjuk sebagai wakil presiden sementara mendampingi Presiden interim, Adli Mansur.

Bagi Khaled Dawoud, kepergian el-Baradei adalah reaksi kekecewaan tokoh internasional itu terhadap situasi yang terjadi di Mesir. “Anda tidak bisa menuduh dia (el-Baradei) melanggar kepercayaan nasional. Ini aneh dan konyol. Saya tidak yakin dengan kebenaran sekarang ini,” kata veteran demonstran Tahrir ini.

Secara terpisah, pengadilan di Kairo akan menggelar dengar pendapat untuk mempertimbangkan petisi pembebasan mantan diktator Mesir, Husni Mubarak. Persidangan dengar pendapat itu akan dilakukan di Penjara Tora, tempat Mubarak ditahan. Mubarak dibelit beragam kasus pasca dijatuhkan pada 2011.
Sejumlah kasus korupsi dikenakan kepadanya, termasuk tuntutan keterlibatannya dalam pembunuhan demonstran pada 2011.

Pada persidangan ini, hakim diharapkan bisa memutuskan kasus korupsi terakhir yang dikenakan kepadanya. Dua kasus korupsi sebelumnya yang didakwakan kepada Mubarak telah dibatalkan.

Perdana Menteri sementara Mesir, Hazem Beblawi, mengatakan, negaranya dapat bertahan tanpa bantuan internasional. Pernyataan itu dikeluarkan Beblawi setelah AS dan Uni Eropa mengkaji penghentian bantuan kepada Kairo. Beblawi mengingatkan akan menjadi sinyal buruk jika AS menghentikan bantuannya ke Mesir.

Menurutnya, penghentian bantuan itu hanya akan memberikan dampak sementara. AS memberikan bantuan sebesar 1,5 miliar dolar AS per tahun kepada Mesir. Dari jumlah itu, 1,3 miliar dolar AS di antaranya diperuntukkan bagi militer. Pada tahun fiskal 2013, masih ada 585 juta dolar AS bantuan Washington yang belum disalurkan ke Kairo. (rol)

Bukti Baru Keterlibatan Militer dalam Pembantaian Tentara di Sinai



Jenazah para korban pembantaian di Sinai (inet)


Kairo. Bertambah kuat keterlibatan militer kudeta dalam pembantaian tentara di Sinai. Hal tersebut disampaikan Dr. Mahmud Allam hari Rabu 21 Agustus 2013, di media egyptwindow.

Bermulai dari cerita tentang ayah salah satu korban berasal dari propinsi Manufia. Walaupun dalam keadaan duka, ayahnya masih bisa berpikir tenang. Ketika menerima jenazah anaknya, dia meminta surat keterangan tentang sebab kematian anaknya. Pihak militer menjawab bahwa jamaah teroris bentukan Ikhwanlah yang teleh membunuhnya. Mereka juga menenangkan bahwa seluruh hak dan pensiun milik anaknya akan segera diurus.

Merasa tidak puas, ayah korban tersebut meminta kejelasan dan perincian tentang sebab kematian anaknya. Pihak militer menjawab, ada dua peluru di kepala dan satu di dada. Lalu memaksa keluarga untuk segera menguburkan jenazah itu, lalu menjanjikan surat keterangan tersebut akan disampaikan dua hari lagi.

Ayah korban berkata bahwa dia akan mengambil jenazah untuk diotopsi di rumah sakit universitas (Al-Azhar, dan lainnya). Militer menolak dan ingin merebut jenazah tersebut. Tapi karena jumlah keluarga yang banyak, mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

Setelah keluarga berhasil mengotopsinya di rumah sakit universitas. Hasilnya sangat mencengangkan. Korban telah ditembak dengan 3 peluru tajam dari jarak 4 meter. Terdapat pembekuan darah pada jemari tangan dan kaki, yang menunjukkan bahwa korban melihat dan mengetahui pelaku pembantaian lebih dari setengah jam. Selain itu terdapat bekas penyiksaan di beberapa bagian tubuhnya.

Dan yang lebih mencengangkan lagi, terdapat kode “jim-mim-‘ain” (Jumhuriyah Misr Al-Arabiyah/Republik Arab Mesir) pada 3 peluru tersebut. Peluru semacam ini tentu hanya digunakan oleh anggota militer Mesir.

Ayah korban pun mendatangi kejaksaan untuk melaporkan temuan tersebut dan menuntut militer. Namun militer segera menangkapnya. Militer juga menggeledah, menangkap dokter yang mengotopsi, dan menutup rumah sakit setelah memindahkan seluruh pasien ke rumah sakit yang lain.

Hingga saat ini tidak diketahui keberadaan ayah korban dan dokter yang mengotopsi. 

Internasional

INSPIRASI

ARSIP BLOG

NASIONAL

 
© Copyright PKS CANDI 2013 | Update News Kota Sidoarjo | Published by M19 | PKS CANDI Mengabarkan dari Pinggiran Kota Udang .