News Update :

Parik'an

Pitik kentaki wis gak duwe wulu sing duwe wulu iku manuk puter, PeKaeS sak iki nomer urute telu sing milih telu wonge mesti pinter, Adikku tuku korek molene kesasar Ayo derek-derek suksesno 3 besar.

Post Populer

OASE

KIPRAH KAMI

KOLOM QIYADAH

Tampilkan postingan dengan label HAROKAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HAROKAH. Tampilkan semua postingan

Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah

Rabu, 01 Januari 2014





PKS

 "Dan ukhuwah adalah saudara iman sedang perpecahan adalah saudara kekafiran"

(Oleh Ust. Rahmat Abdullah)

Mungkin terjadi seseorang yang dahulunya saling mencintai akhirnya saling memusuhi dan sebaliknya yang sebelumnya saling bermusuhan akhirnya saling berkasih sayang.

Sangat dalam pesan yang disampaikan Kanjeng Nabi SAW : "Cintailah saudaramu secara proporsional, mungkin suatu masa ia akan menjadi orang yang kau benci. Bencilah orang yang kau benci secara proporsional, mungkin suatu masa ia akan menjadi kekasih yang kau cintai." (HSR Tirmidzi, Baihaqi, Thabrani, Daruquthni, Ibn Adi, Bukhari). Ini dalam kaitan interpersonal. Dalam hubungan kejamaahan, jangan ada reserve kecuali reserve syar'i yang menggariskan aqidah "La tha’ata limakhluqin fi ma’shiati’l Khaliq". Tidak boleh ada ketaatan kepada makhluq dalam berma'siat kepada Alkhaliq. (HR Bukhari, Muslim, Ahmad dan Hakim). Doktrin ukhuwah dengan bingkai yang jelas telah menjadikan dirinya pengikat dalam senang dan susah, dalam rela dan marah. Bingkai itu adalah : "Level terendah ukhuwah (lower), jangan sampai merosot ke bawah garis rahabatus’ shadr (lapang hati) dan batas tertinggi tidak (upper) tidak melampaui batas itsar (memprioritaskan saudara diatas kepentingan diri).
Bagi kesejatian ukhuwah berlaku pesan mulia yang tak asing di telinga dan hati setiap ikhwah : "Innahu in lam takun bihim falan yakuna bighoirihim, wa in lam yakunu bihi fasayakununa bighoirihi" (Jika ia tidak bersama mereka, ia tak akan bersama selain mereka. Dan mereka bila tidak bersamanya, akan bersama selain dia). Karenanya itu semua akan terpenuhi bila ‘hati saling bertaut dalam ikatan aqidah’, ikatan yang paling kokoh dan mahal. Dan ukhuwah adalah saudara iman sedang perpecahan adalah saudara kekafiran (Risalah Ta'lim, rukun Ukhuwah).

Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah

Karena bersaudara di jalan ALLAH telah menjadi kepentingan dakwah-Nya, maka "kerugian apapun" yang diderita saudara-saudara dalam iman dan da'wah, yang ditimbulkan oleh kelesuan, permusuhan ataupun pengkhianatan oleh mereka yang tak tahan beramal jama'i, akan mendapatkan ganti yang lebih baik. "Dan jika kamu berpaling, maka ALLAH akan gantikan dengan kaum yang lain dan mereka tidak akan jadi seperti kamu" (Qs. 47: 38).

Masing-masing kita punya pengalaman pribadi dalam da'wah ini. Ada yang sejak 20 tahun terakhir dalam kesibukan yang tinggi, tidak pernah terganggu oleh kunjungan yang berbenturan dengan jadwal da'wah atau oleh urusan yang merugikan da'wah. Mengapa ? Karena sejak awal yang bersangkutan telah tegar dalam mengutamakan kepentingan da'-wah dan menepiskan kepentingan lainnya. Ini jauh dari fikiran nekad yang membuat seorang melarikan diri dari tanggung jawab keluarga.

Ada seorang ikhwah sekarang sudah masuk jajaran masyaikh. Dia bercerita, ketika menikah langsung berpisah dari kedua orang tua masing-masing, untuk belajar hidup mandiri atau alasan lain, seperti mencari suasana yang kondusif bagi pemeliharaan iman menurut persepsi mereka waktu itu. Mereka mengontrak rumah petak sederhana. "Begitu harus berangkat (berdakwah-red) mendung menggantung di wajah pengantinku tercinta", tuturnya. Dia tidak keluar melepas sang suami tetapi menangis sedih dan bingung, seakan doktrin da’wah telah mengelupas. Kala itu jarang da’i dan murabbi yang pulang malam apalagi petang hari, karena mereka biasa pulang pagi hari. Perangpun mulai berkecamuk dihati, seperti Juraij sang abid yang kebingungan karena kekhususan ibadah (sunnah) nya terusik panggilan ibu. "Ummi au shalati : Ibuku atau shalatku?" Sekarang yang membingungkan justru "Zauji au da’wati" : Isteriku atau da’wahku ?".

Dia mulai gundah, kalau berangkat istri cemberut, padahal sudah tahu nikah dengannya risikonya tidak dapat pulang malam tapi biasanya pulang pagi, menurut bahasa Indonesia kontemporer untuk jam diatas 24.00. Dia katakan pada istrinya : "Kita ini dipertemukan oleh Allah dan kita menemukan cinta dalam da’wah. Apa pantas sesudah da’wah mempertemukan kita lalu kita meninggalkan da’wah. Saya cinta kamu dan kamu cinta saya tapi kita pun cinta Allah". Dia pergi menerobos segala hambatan dan pulang masih menemukan sang permaisuri dengan wajah masih mendung, namun membaik setelah beberapa hari. Beberapa tahun kemudian setelah beranak tiga atau empat, saat kelesuan menerpanya, justru istri dan anak-anaknyalah yang mengingatkan, mengapa tidak berangkat dan tetap tinggal dirumah? Sekarang ini keluarga da’wah tersebut sudah menikmati berkah da’wah.

Lain lagi kisah sepasang suami istri yang juga dari masyarakat da’wah. Kisahnya mirip, penyikapannya yang berbeda. Pengantinnya tidak siap ditinggalkan untuk da’wah. Perang bathin terjadi dan malam itu ia absen dalam pertemuan kader (liqa’). Dilakukan muhasabah terhadapnya sampai menangis-menangis, ia sudah kalah oleh penyakit "syaghalatna amwaluna waahluna : kami telah dilalaikan oleh harta dan keluarga" (Qs. 48:11). Ia berjanji pada dirinya : "Meskipun terjadi hujan, petir dan gempa saya harus hadir dalam tugas-tugas da’wah". Pada giliran berangkat keesokan harinya ada ketukan kecil dipintu, ternyata mertua datang. "Wah ia yang sudah memberikan putrinya kepadaku, bagaimana mungkin kutinggalkan?". Maka ia pun absen lagi dan dimuhasabah lagi sampai dan menangis-nangis lagi. Saat tugas da'wah besok apapun yang terjadi, mau hujan, badai, mertua datang dll pokoknya saya harus datang. Dan begitu pula ketika harus berangkat ternyata ujian dan cobaan datang kembali dan iapun tak hadir lagi dalam tugas-tugas dak-wah. Sampai hari ini pun saya melihat jenis akh tersebut belum memiliki komitmen dan disiplin yang baik. Tidak pernah merasakan memiliki kelezatan duduk cukup lama dalam forum da’wah, baik halaqah atau pun musyawarah yang keseluruhannya penuh berkah. Sebenarnya adakah pertemuan-pertemuan yang lebih lezat selain pertemuan-pertemuan yang dihadiri oleh ikhwah berwajah jernih berhati ikhlas ? Saya tak tahu apakah mereka menemukan sesuatu yang lain, "in lam takun bihim falan takuna bighoirihim".

Di Titik Lemah Ujian Datang

Akhirnya dari beberapa kisah ini saya temukan jawabannya dalam satu simpul. Simpul ini ada dalam kajian tematik ayat QS Al-A’raf Ayat 163 : "Tanyakan pada mereka tentang negeri di tepi pantai, ketika mereka melampaui batas aturan Allah di (tentang) hari Sabtu, ketika ikan-ikan buruan mereka datang melimpah-limpah pada Sabtu dan di hari mereka tidak bersabtu ikan-ikan itu tiada datang. Demikianlah kami uji mereka karena kefasikan mereka". Secara langsung tema ayat tentang sikap dan kewajiban amar ma’ruf nahyi munkar. Tetapi ada nuansa lain yang menambah kekayaan wawasan kita. Ini terkait dengan ujian.

Waktu ujian itu tidak pernah lebih panjang daripada waktu hari belajar, tetapi banyak orang tak sabar menghadapi ujian, seakan sepanjang hanya ujian dan sedikit hari untuk belajar. Ujian kesabaran, keikhlasan, keteguhan dalam berda’wah lebih sedikit waktunya dibanding berbagai kenikmatan hidup yang kita rasakan. Kalau ada sekolah yang waktu ujiannya lebih banyak dari hari belajarnya, maka sekolah tersebut dianggap sekolah gila. Selebih dari ujian-ujian kesulitan, kenikmatan itu sendiri adalah ujian. Bahkan, alhamdulillah rata-rata kader da’wah sekarang secara ekonomi semakin lebih baik. Ini tidak menafikan (sedikit) mereka yang roda ekonominya sedang dibawah.

Seorang masyaikh da’wah ketika selesai menamatkan pendidikannya di Madinah, mengajak rekannya untuk mulai aktif berda’wah. Diajak menolak, dengan alasan ingin kaya dulu, karena orang kaya suaranya didengar orang dan kalau berda’wah, da’wahnya diterima. Beberapa tahun kemudian mereka bertemu. "Ternyata kayanya kaya begitu saja", ujar Syaikh tersebut.Ternyata kita temukan kuncinya, "Demikianlah kami uji mereka karena sebab kefasikan mereka". Nampaknya Allah hanya menguji kita mulai pada titik yang paling lemah. Mereka malas karena pada hari Sabtu yang seharusnya dipakai ibadah justru ikan datang, pada hari Jum’at jam 11.50 datang pelanggan ke toko. Pada saat-saat jam da’wah datang orang menyibukkan mereka dengan berbagai cara. Tapi kalau mereka bisa melewatinya dengan azam yang kuat, akan seperti kapal pemecah es. Bila diam salju itu tak akan me-nyingkir, tetapi ketika kapal itu maju, sang salju membiarkannya berlalu. Kita harus menerobos segala hal yang pahit seperti anak kecil yang belajar puasa, mau minum tahan dulu sampai maghrib. Kelezatan, kesenangan dan kepuasan yang tiada tara, karena sudah berhasil melewati ujian dan cobaan sepanjang hari.

Iman dan Pengendalian Kesadaran Ma’iyatullah

Aqidah kita mengajarkan, tak satupun terjadi di langit dan di bumi tanpa kehendak ALLAH. ALLAH berkuasa menahan keinginan datangnya tamu-tamu yang akan menghalangi kewajiban da’wah. Apa mereka fikir orang-orang itu bergerak sendiri dan ALLAH lemah untuk mencegah mereka dan mengalihkan mereka ke waktu lain yang tidak menghalangi aktifitas utama dalam da’wah? Tanyakan kepada pakarnya, aqidah macam apa yang dianut seseorang yang tidak meyakini ALLAH menguasai segalanya? Mengapa mereka yang melalaikan tugas da’wahnya tidak berfikir perasaan sang isteri yang keberatan ditinggalkan beberapa saat, juga sebenarnya batu ujian yang dikirim ALLAH, apakah ia akan mengutamakan tugas da’wahnya atau keluarganya yang sudah punya alokasi waktu ? Yang ia beri mereka makanan dari kekayaan ALLAH ? 

Karena itu mari melihat dimana titik lemah kita. Yang lemah dalam berukhuwah, yang gerah dan segera ingin pergi meninggalkan kewajiban liqa’, syuro atau jaulah. Bila mereka bersabar melawan rasa gerah itu, pertarungan mungkin hanya satu dua kali, sesudah itu tinggal hari-hari kenikmatan yang luar biasa yang tak tergantikan. Bahkan orang-orang salih dimasa dahulu mengatakan "Seandainya para raja dan anak-anak raja mengetahui kelezatan yang kita rasakan dalam dzikir dan majlis ilmu, niscaya mereka akan merampasnya dan memerangi kita dengan pedang". Sayang hal ini tidak bisa dirampas, melainkan diikuti, dihayati dan diperjuangkan. Berda’wah adalah nikmat, berukhuwah adalah nikmat, saling menopang dan memecahkan problematika da’wah bersama ikhwah adalah nikmat, andai saja bisa dikhayalkan oleh mereka menelantarkan modal usia yang ALLAH berikan dalam kemilau dunia yang menipu dan impian yang tak kunjung putus.

Ayat ini mengajarkan kita, ujian datang di titik lemah. Siapa yang lemah di bidang lawan jenis, seks dan segala yang sensual tidak diuji di bidang keuangan, kecuali ia juga lemah disitu. Yang lemah dibidang keuangan, jangan berani-berani memegang amanah keuangan kalau kamu lemah di uang hati-hati dengan uang. Yang lemah dalam gengsi, hobi popularitas, riya’ mungkin– dimasa ujian – akan menemukan orang yang terkesan tidak menghormatinya. Yang lidahnya tajam dan berbisa mungkin diuji dengan jebakan-jebakan berkomentar sebelum tabayun.Yang lemah dalam kejujuran mungkin selalu terjebak perkara yang membuat dia hanya ‘selamat’ dengan berdusta lagi. Dan itu arti pembesaran bencana.

Kalau saja Abdullah bin Ubay bin Salul, nominator pemimpin Madinah (d/h Yatsrib) ikhlas menerima Islam sepenuh hati dan realistis bahwa dia tidak sekaliber Rasulullah SAW, niscaya tidak semalang itu nasibnya. Bukankah tokoh-tokoh Madinah makin tinggi dan terhormat, dunia dan akhirat dengan meletakkan diri mereka dibawah kepemimpinan Rasulullah SAW ? Ternyata banyak orang yang bukan hanya bakhil dengan harta yang ALLAH berikan, tetapi juga bakhil dengan ilmu, waktu, gagasan dan kesehatan yang seluruhnya akan menjadi beban tanggungjawab dan penyesalan.

Seni Membuat Alasan

Perlu kehati-hatian – sesudah syukur – karena kita hidup di masyarakat Da’wah dengan tingkat husnuzzhan yang sangat tinggi. Mereka yang cerdas tidak akan membodohi diri mereka sendiri dengan percaya kepada sangkaan baik orang kepada dirinya, sementara sang diri sangat faham bahwa ia tak berhak atas kemuliaan itu. Gemetar tubuh Abu Bakar RA bila disanjung. "Ya ALLAH, jadikan daku lebih baik dari yang mereka sangka, jangan hukum daku lantaran ucapan mereka dan ampuni daku karena ketidaktahuan mereka", demikian ujarnya lirih. Dimana posisi kita dari kebajikan Abu Bakr Shiddiq RA ? "Alangkah bodoh kamu, percaya kepada sangka baik orang kepadamu, padahal engkau tahu betapa diri jauh dari kebaikan itu", demikian kecaman Syaikh Harits Almuhasibi dan Ibnu Athai'Llah. Diantara nikmat ALLAH ialah sitr (penutup) yang ALLAH berikan para hamba-Nya, sehingga aibnya tak dilihat orang. Namun pelamun selalu mengkhayal tanpa mau merubah diri. Demikian mereka yang memanfaatkan lapang hati komunitas da’wah tumbuh dan menjadi tua sebagai seniman maaf, "Afwan ya Akhi".

Tetapi ALLAH-lah Yang Memberi Mereka Karunia Besar

Kelengkapan Amal Jama’i tempat kita ‘menyumbangkan’ karya kecil kita, memberikan arti bagi eksistensi ini. Kebersamaan ini telah melahirkan kebesaran bersama. Jangan kecilkan makna kesertaan amal jama’i kita, tanpa harus mengklaim telah berjasa kepada Islam dan da’wah. "Mereka membangkit-bangkitkan (jasa) keislaman mereka kepadamu. Katakan : ‘Janganlah bangkit-bangkitkan keislamanmu (sebagai sumbangan bagi kekuatan Islam, (sebaliknya hayatilah) bahwa ALLAH telah memberi kamu karunia besar dengan membimbing kamu ke arah Iman, jika kamu memang jujur" (Qs. 49;17).

ALLAH telah menggiring kita kepada keimanan dan da’wah. Ini adalah karunia besar. Sebaliknya, mereka yang merasa telah berjasa, lalu – karena ketidakpuasan yang lahir dari konsekwensi bergaul dengan manusia yang tidak maksum dan sempurna – menunggu musibah dan kegagalan, untuk kemudian mengatakan : "Nah, rasain !" Sepantasnya bayangkan, bagaimana rasanya bila saya tidak bersama kafilah kebahagiaan ini?.

Saling mendo’akan sesama ikhwah telah menjadi ciri kemuliaan pribadi mereka, terlebih doa dari jauh. Selain ikhlas dan cinta tak nampak motivasi lain bagi saudara yang berdoa itu. ALLAH akan mengabulkannya dan malaikat akan mengamininya, seraya berkata : "Untukmu pun hak seperti itu", seperti pesan Rasulullah SAW. Cukuplah kemuliaan ukhuwah dan jamaah bahwa para nabi dan syuhada iri kepada mereka yang saling mencintai, bukan didasari hubungan kekerabatan, semata-mata iman dan cinta fi'Llah.

Ya ALLAH, kami memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan cinta kepada segala yang akan mendekatkan kami kepada cinta-Mu.

70 Ormas Islam Jakarta Dukung Aher Maju Pilpres

Rabu, 25 Desember 2013





BANDUNG, TRIBUN - Sedikitnya 70 organisasi masyarakat (ormas) Islam yang tergabung dalam Koordinasi Dakwah Islam (Kodi) DKI Jakarta mendukung Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) untuk maju dalam bursa capres/cawapres pada Pilpres 2014.

Harapan dan dukungan itu mengemuka dalam pertemuan antara pengurus Kodi DKI Jakarta dan perwakilan ormas anggotanya dengan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Selasa (24/12).

Silaturahim dipimpin Ketua Umum Kodi DKI Jakarta KH Syarifuddin Mahfudz, yang juga tokoh Nahdlatul Ulama (NU) DKI Jakarta.

"Terus terang, antara Kodi dan Pak Heryawan ada chemistry yang sama. Kita punya idealisme yang sama dalam kerangka membina umat dan mensejahterakan bangsa," kata Syarifuddin di Bandung, Rabu (25/12).

Syarifuddin berharap, partai politik khususnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menaungi Aher membuka peluang bagi Heryawan untuk maju pada Pilpres 2014.

"Kodi Jakarta sangat siap mendukung Pak Heryawan jika akhirnya menjadi salah seorang peserta Pilpres," kata Syarifuddin.

Menurut Syarifuddin, kapabilitas kenegarawanan Aher telah teruji selama menjadi anggota DPRD DKI Jakarta dan memimpin Jawa Barat hampir enam tahun terakhir dan prestasi kerjanya cukup menonjol.

"Selain berprestasi, Pak Heryawan seorang pemimpin yang jujur, sederhana, memiliki hubungan yang baik dengan siapapun, ngemong, tidak arogan, tawadhu, dan tidak takabur," ujar Syarifuddin.

Atas pemikiran itu kata Syarifuddin, Kodi DKI Jakarta akan mengomunikasikan harapan dan dukungan dimaksud ke berbagai pihak yang berkepentingan.

Aher sendiri menanggapi aspirasi Kodi DKI Jakarta itu dengan ucapan terimakasih. Menurut Aher, ia tidak akan bicara panjang lebar soal posisinya pada Pilpres 2014 karena proses politiknya masih panjang.

"Namun, apapun, sebagai seorang muslim saya akan berusaha untuk mengemban amanah apapun yang dipercayakan rakyat," kata Aher.

Aher masuk dalam tiga besar kader yang digadang-gadang sebagai bakal calon presiden (capres) PKS. Selain Aher, PKS juga memunculkan nama Presidennya, Anis Matta, dan anggota DPR Hidayat Nur Wahid.

Jago PKS pada Pilpres 2014 akan diputuskan oleh Dewan Syuro dan ditentukan pula oleh perolehan suara partai bernomor urut 3 ini dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014. (san)

*Tribunnews

Anis Matta : Indonesia Memasuki Gelombang Ketiga

Kamis, 12 Desember 2013





Islamedia - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta berkeyakinan, Indonesia akan memasuki era sejarah baru atau gelombang ketiga, di mana generasi muda di bawah 45 tahun bangkit memimpin Indonesia. 

“Saatnya generasi muda memimpin dengan tidak hanya mengandalkan power, tapi memiliki kemampuan negosiasi untuk meyakinkan masyarakat. Gelombang ketiga adalah pemimpin masa depan, figur yang memiliki kemampuan persuasi,” kata Anis, dalam Dialog Kebangsaan yang digagas oleh Forum Pemred, Selasa (10/12/2013).

Optimisme Anis tentang gelombang ketiga ini, karena beberapa parameter terpenuhi. Misalnya, munculnya golongan muda yang berpendidikan, berpendapatan bagus dan well-connected. Sehingga menurut alumnus Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Makassar ini, pemuda memiliki modal menjadi pemimpin nasional.

Lebih jauh Anis memaparkan, gelombang pertama merupakan era penjajahan, di mana generasi muda berhasil melahirkan bangsa baru, Indonesia. Sedangkan era kedua, dia menyebutnya masa pencarian sistem ekonomi politik yang senafas dengan struktur budaya sosial rakyat Indonesia.

Pada gelombang kedua ini, Anis menerangkan, keseimbangan demokrasi dan pembangunan, kebebasan dengan kesejahteraan, serta otonomi daerah dan integritas nasional, mulai nampak. Kemudian reformasi menggugat kesadaran baru akan relasi agama dan negara, demokrasi dan pembangunan, serta hubungan pusat dan daerah.

“Sedangkan gelombang ketiga ditandai penguatan civil society, seperti parpol, media, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Pada era ini, kekuasaan lembaga negara tak ada lagi yang dominan. Dalam kondisi riil seperti itu, pemimpin tidak bisa lagi mengandalkan otoritas, melainkan kemampuan persuasi,” tutur politisi kelahiran Bone, Sulawesi Selatan ini. 

Sebab itu, Anis berharap, masyarakat memilih pemimpin nasional yang amanah serta bertanggung jawab terhadap rakyatnya.

Sementara itu, Direktur Kahoyong Political Institute, Gus Maul menilai, konsep kepemimpinan generasi ketiga merupakan kebutuhan demokrasi dan sejarah.[islamicgeco/YL/Islamedia]

Pengamat: Jika Militer Mesir Gagal, Arab Saudi Akan Mengalami Tsunami Politik

Rabu, 21 Agustus 2013





Pengamat Politik Timur Tengah dari Universitas Indonesia Dr Yon Machmudi mengaku heran ada negara maupun kelompok yang mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh penguasa militer Mesir saat ini.


Ia menilai, dukungan Arab Saudi, misalnya, lebih pada upaya untuk mempertahankan monopoli politik di Timur Tengah yang selama ini cenderung dikuasai oleh keluarga istana dan militer.


Dalam kurun waktu yang sangat panjang, ujarnya, "raja" dan militer adalah pilar utama monarkhi absolut di Timur Tengah. Kompromi politik dan "power sharing" tidak dikenal dalam terminologi politik Timur Tengah.


Mesir, menurut Yon, akan menjadi monumen bagi kawasan Timur Tengah ke depan, apakah akan menjadikan wilayah yang demokratis atau mempertahankan sistem lama yang cenderung otoriter.


"Saya melihat dukungan Arab Saudi kepada militer Mesir sangat berisiko. Negara-negara Barat akan menghentikan bantuan ke Mesir, tetapi sebaliknya Saudi malah menjanjikan bantuan," katanya.


Jika militer di Mesir gagal, maka diperkirakan Saudi akan mengalami "tsunami politik" yang dapat menghancurkan dinasti Saudi dan para pendukung dinasti lainnya di kawasan Teluk itu.


Dinamika di Mesir, katanya, telah menunjukkan kecenderungan "zero sum game" yang masing-masing tetap bertahan dengan kepentingannya.


Menurut dia, kelompok Islam radikal dan pendukung rezim lama bersama militer sangat berkepentingan untuk mengambil alih kekuasaan, sementara Ikhwanul Muslimin yang melakukan aksi damai dijadikan sebagai korban. (ROL)

Pidato Politik Presiden PKS Anis Matta Penutupan Rapimnas PKS | Transkrip+Video

Sabtu, 20 April 2013





Siang tadi (Jumat, 19/4/2013) Metro TV secara live menayangkan penutupan acara Rapimnas PKS di Semarang. Salah satu segmen yang ditunggu adalah orasi politik dari presiden PKS Muhammad Anis Matta. Buat yang ngga sempat nonton berikut sedikit saya kasih transkripnya.


***


Bismillahirohmannirohim, Alhamdulillahiladzi farodoljihad ‘alal muslimin waj’alahuumanatho’izihim wa rif’ihim Asyhaduala ilahaillahu wahdahulasyarikalla wa asyhaduanna muhammadarosuluhumab’usu rohmatalill’alamin wa ahyikum ma’syiro bitahiyatul islam assalamu’alaikum wr wb


Saudara-saudaraku yang saya cintai, hari ini…kita merayakan hari jadi partai kita yang ke 15. Dan setiap kali kita memperingati hari jadi ini, haruslah selalu kita ingat bahwa hari jadi Partai Keadilan Sejahtera itu juga adalah hari ulang tahun reformasi Indonesia. Kita adalah anak reformasi yang sah, tapi saudara-saudara sekalian, sesungguhnya kita tidak sedang memperingati hari jadi sebuah partai politik. Tapi, sesungguhnya yang kita peringati adalah lahirnya sebuag cita-cita, lahirnya sebuah generasi. Sebab partai politik sejatinya adalah mesin ideologi, bukan kendaraan pribadi menuju kekuasaan.


Kita adalah generasi baru Indonesia, yang telah melawan tirani, mealwan otoritarianisme dan mencetuskan reformasi. Lalu kemudian ikut mengawal jalannya transisi menuju demokrasi selama 15 tahun dan sekarang… dan sekarang…dan sekarang… kita siap membawa Indonesia menuju negara demokrasi yang matang dan dewasa…yang adil dan sejahtera. Oleh karena itu, saya ingin mencanangkan tahun ini, tahun 2013 sebagai tahun kebangkitan generasi baru Indonesia. Dan kita adalah ruh dari generasi baru Indonesia itu.


Saudara-saudara sekalian…


Saya mempunyai sebuah imajinasi. Seandainya seluruh penduduk bumi ini diberi pilihan, di negara manakah ia ingin menjalani hidup ? saya ingin mereka mencatat tebal-tebal bahwa mereka ingin hidup di Indonesia. Sebab Indonesia adalah sepenggal firdaus dimuka bumi. Dan oleh karena itu, setiap orang memimpikan suatu saat dapat menjalani hidupnya di negeri ini. Karena dinegeri inilah mereka menemukan bagaimana orang-orang menggunakan kebebasannya secara bertanggungjawab. Sebab mereka mempunyai cinta. Di negeri inilah mereka akan menyaksikan…bagaimana hukum itu di tegakkan dengan cara yang adil, sebab penegakan hukum itu dilakukan dengan cinta. Dan dulu Iwan fals pernah mengatakan “kalau cinta sudah dibuang, jangan harap keadilan akan datang”.


Mereka memilih untuk hidup di Indonesia karena disini mereka punya harapan untuk kesejahteraan. Semata-mata karena mereka punya semangat kerja. Siapapun yang ingin bekerja…siapapun yang ingin bekerja…siapapun yang ingin bekerja, seharusnya punya tempat di negeri ini. Dan di negeri ini pula mereka menyaksikan bagaimana keragaman itu, menyatu padu dan tidak menjadi sumber konflik yang berkepanjangan. Itulah sebabnya, kita mengangkat tema “Cinta Kerja dan Harmoni”. Karena inilah nilai-nilai masyarakat Indonesia, dan jika kita hidupkan kembali…kita Insya Allah akan mampu menghidupkan Indonesia yang carut marut ini menjadi sepenggal firdaus di muka bumi.


Ketiga nilai itu adalah nilai-nilai inti masyarakat Indonesia. Yang telah membentuk budaya masyarakat kita dan kepribadian masyarakat kita dalam waktu yang lama, hanya ketika nilai-nilai itu hilang maka kemudian kita menyaksikan betapa berantakannya…betapa gaduhnya negeri kita ini. Dulu saudara-saudara sekalian, dengan perbedaan pada konteks waktunya ruangnya serta situasinya, Soekarno juga pernah mempunyai ide tentang Trisakti. Berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi dan berkarakter dalam budaya. dulu Soeharto juga punya ide tentang trilogi. Stabilitas, pertumbuhan dan pemerataan. Saya tidak punya judul untuk tida nilai inti masyarakat Indonesia ini. Tapi saya tahu, saudara-saudara yang hadir disini akan belajar bagaimana menemukan judul dari tiga nilai inti ini, dari tiga nilai yang membentuk budaya masyarakat Indonesia, karena tiga nilai inti ini mempunyai akar yang kuat dalam latar budaya kita, juga dalam latar sejarah pemikiran politik di Indonesia.


Saudara-saudara sekalian….


Dengan tiga nilai inti itu, saya ingin seluruh masyarakat Indonesia mengetahui bahwa yang ingin kita bangun adalah negara manusia. Manusia yang punya hati, manusia yang punya fikiran. Dan karena itu kita ingin negara ini mengelola rakyatnya sebagai manusia. dengan semua mimpi-mimpinya, dengan semua harapannya. Dan memberikan mereka apa yang mereka perlukan sebagai manusia. Dan kita ingin angka-angka statistik dalam politik, ekonomi dan budaya itu semuanya pada akhirnya bermuara pada satu cita-cita kemanusiaan yang besar. Pada satu cita-cita yang dialami oleh seluruh manusia, yaitu cita-cita untuk menjadi makhluk yang bahagia di planet ini.


Saudara-saudara sekalian…


Apabila kita merenungi cita-cita ini, saya ingin saudara semuanya menyadari sejak awal bahwa ini bukan sekedar target politik, this is beyond politics. Ini lebih dari sekedar politik, ini adalah misi kemanusiaan, ini adalah misi peradaban. Dan saya ingin saudara-saudara sekalian, kita meletakkan semua target-target kita untuk melakukan pemenangan pemilu, bukan semata-mata sebagai target politik, tetapi lebih dari itu, itu hanyalah merupakan tangga untuk menunaikan misi kemanusiaan yang kita emban. Dan misi kemanusiaan itu sekali lagi dalam kalimat yang sederhana adalah mengubah Indonesia menjadi sepenggal firdaus.


Saudara-saudara sekalian…


Kita akan menghabiskan seluruh umur kita untuk misi yang suci ini. Kita akan menghabiskan seluruh kekuatan kita untuk misi kemanusiaan ini. Dan kita akan menghabiskan seluruh tenaga kita untuk misi kemanusiaan ini. Kita juga akan menghabiskan seluruh fikiran dan perasaan kita untuk misi kemanusiaan ini. Terlepas apakah kita menang atau kalah. Sebab ini adalah misi kemanusiaan dan bukan sekedar politik.


Saudara-saudara sekalian…


Saya ingin bertanya kepada saudara semuanya. Supaya kita menegaskan kembali bahwa kita seluruh pengurus, seluruh kader Partai Keadilan Sejahtera akan menjadi lokomotif bagi seluruh generasi baru Indonesia yang akan membawa Indonesia menjadi negara demokrasi yang matang dan dewasa yang adil dan sejahtera. Apakah kita siap melakukan misi itu ? apakah kita siap melakukan misi itu ? apakah kita siap melakukan misi itu ?. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar.


Wassalamu’alaikum wr wb.


***


Semoga transkrip pidato tersebut memberikan pencerahan dan wawasan baru bagi terwujudnya pemerintahan Indonesia yang memerintah dengan memanusiakan masyarakatnya.
*by @pkskedaung

***

Video:






Menang di Pilkada Jabar dan Sumut Naikkan Elektabilitas PKS | Pengamat

Kamis, 07 Maret 2013





PKS CANDI - Kemenangan beruntun pasangan yang diusung PKS di Pilkada Jawa Barat (Jabar) dan Sumatera Utara (Sumut), diperkirakan akan menaikkan elektabilitas PKS pada pemilu 2014 nanti.

Menurut pengamat politik dari Media Survey Nasional (Median) Erik Marbun, wilayah Jabar dan Sumut memiliki jumlah pemilih yang relatif besar di Indonesia.

Jumlah pemilih di Jawa Barat itu terbesar di Pulau Jawa, dan Sumatera Utara memiliki jumlah terbesar di Pulau Sumatera.

Menurutnya, kemenangan di dua pilkada itu telah menunjukkan kepemimpinan Anis Matta sebagai Presiden PKS, telah berhasil membalikkan arus serangan terhadap PKS, menjadi peluang.

“Serangan kepada PKS setidaknya bisa dijadikan peningkat soliditas bagi kader PKS, ketimbang meruntuhkan soliditas mereka”ujarnya.

Selain itu, Rico Menambahkan, kemenangan di Sumut sebenarnya sangat berharga bagi PKS, mengingat Sumut notabene dengan pemilih relatif pluralis, membuktikan bahwa kandidat yang ditawarkan PKS bisa diterima oleh banyak pihak dengan latar belakang berbeda.

Kemenangan pasangan Gatot Pujo dan Tengku Ery yang diusung PKS pada pilkada Sumut menurut pengajar politik Universitas Paramadina ini, telah diprediksi sejak awal.

Berdasarkan temuan survei yang dilakukan Media survey Nasional (Median), pada 17-22 Februari 2013, tingkat elektabilitas, pasangan ini menduduki peringkat pertama dengan 29,9 persen, disusul Gus Irawan-Sukiman sebesar 22,5 persen, Effendi Simbolon-Jumira Abdi 13,7 persen.

Kemudian, pasangan Amri Tambunan-RE Nainggolan (11,3 persen), dan Chairuman Harahap-Fadli Nurzal (8,8 persen), sedangkan yang tidak menentukan sebesar 14,1 persen.

“Berdasarkan hasil quick count diketahui bahwa raihan pasangan Gatot Pujo-Tengku Ery menacapai sekitar 32 persen, menunjukkan di dua pekan terakhir, petinggi PKS berhasil memanfaatkan momentum menaikkan elektabilitas pasangan tersebut," Riko menjelaskan.

"Dan pasangan Gus Irawan-Sukiman cenderung menurun dengan raihan sekitar 19 persen. sedangkan pasangan Effendi Simbolon-Jumira Abdi berhasil menaikkan elektabilitas sekitar 24 persen di quick count. Sedangkan pasangan kandidat lainnya cendrung stagnan,” katanya lagi.

Selain itu, menurut pengajar universitas paramadina ini, satu yang menarik dari pilkada Jabar dan Sumut ini adalah ketidakmampuan Jokowi effect memenangkan pasangan yang didukungnya. Seperti yang diketahui, bahwa Jokowi sempat menjadi juru kampanye untuk pasangan Rieke-Teten di Pilkada Jabar, dan pasangan Effendi Simbolon-Jumira Abdi di Pilkada Sumut.

“Kekalahan pasangan kepala daerah yang menghadirkan Jokowi sebagai juru kampanye di Jabar dan Sumut, bisa menunjukkan bahwa tuah jokowi mulai memudar,” pungkasnya.[tribunnews]

Kata konspirasi itu harus dijaga. Bangsa Indonesia harus mengenal kata ini | Obrolan Hangat Cak Nun dengan Anis Matta

Jumat, 08 Februari 2013




JOGJA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang baru terpilih Anis Matta melakukan roadshow ke Yogyakarta, Kamis-Jumat (7-8 Februari 2013).

Agenda pertama Bung Anis setiba di Yogyakarta adalah makan malam dan bincang-bincang dengan awak media para wartawan Yogyakarta di RM Ny Soeharti Gedong Kuning selepas Isya, Kamis (7/2).

Agenda kedua beliau memimpin rapat dengan jajaran pengurus DPW PKS DIY sampai sekitar pukul 23.00.

Nah, agenda ketiga Presiden PKS yang akhir-akhir ini sering dijuluki 'Soekarno Baru' ini sowan ke rumah Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) yang terletak di daerah belakang (Barat) Malioboro. Bung Anis ditemani Fahri Hamzah, DR Sukamta (Ketua DPW PKS DIY), Cahyadi Takariawan, dan pengurus-pengurus PKS dan kader-kader, termasuk admin (pks pyngn) yang berkesempatan hadir (ehm).

"Ini pertemuan kultural," demikian Cak Nun merespon baik kehadiran Presiden PKS beserta rombongan.

"Sewaktu Anis SMA saya sudah sering berkeliling ke Makasar. Bertemu tokoh-tokoh masyarakat dan sangat mengenal kultur budaya Bugis Makasar," Emha mengawali obrolan yang sangat akrab penuh tawa lesehan di teras rumahnya.

"Kalau di genre musik. Bung Anis membuka konser kepemimpinannya dengan musik Rock, 'INI KONSPIRASI..!!'," ujar Cak Nun dengan melengking mengucap 'INI KONSPIRASI' mengomentari pidato politik Anis Matta yang menggegerkan dunia dan diliput serta disiarkan secara live oleh beberapa tivi.

"Kalau Anis Matta ngomong konspirasi baru kemarin, saya justru sudah dari dulu bicara konspirasi. Bahkan konspirasi global. Gak mungkin hidup ini tanpa konspirasi. Konspirasi biasanya bahasa untuk si korban, sedang si pembuat menyebutnya protokol," lanjut Cak Nun.

Mendengar kata 'protokol' saya jadi langsung teringat seruan Anis Matta di Medan untuk 'belajar' dari film Mission Impossible 4: Ghost Protocol. (ehm lagi)

"Kata konspirasi itu harus dijaga. Bangsa Indonesia harus mengenal kata ini." (Cak Nun)

Menanggapi tentang kasus yang sedang menimpa PKS, Cak Nun bilang: "Kasus itu rizki dan potensi terbesar di zaman ini.  Jadi jangan kecil hati dengan kasus. Itu bisa menjadi berkahmin haitsu laa yahtasib asal kita pandai mengarasemennya."

"Kalau kemarin sudah diawali dengan 'Rock', nanti dipilih yang slow, jazz, harus diatur ritmenya, diatur aransemennya biar indah. Budaya bugis yang tegas harus juga diperindah dengan ludruk."

"Saya malah berharap Bung Anis tidak hanya menjadi milik PKS. Potensi yang bagus ini harus kita dorong agar dia menjadi milik Indonesia. Ini momentum PKS untuk menunjukan kebaikan-kebaikannya. Mumpung lagi menjadi sorotan."

"Dengan kasus dan konspirasi ini saya yakin anda semua (PKS) menjadi lebih dewasa, lebih akurat, lebih berbobot, lebih terbuka dalam melihat segala sesuatu."

"Kalau anda sudah memulai, maka tuntaskan!" pesan terakhir Cak Nun yang ditujukan secara khusus kepada Anis Matta.  

*Catatan: sepanjang obrolan kurang lebih satu setengah jam (23.00-01.30) tak ada yang tak ketawa dengan guyonan khas Cak Nun. Dari awal sampai akhir ger geran terus. bicara kalau dengan nuansa budaya memang cita rasanya berbeda, apalgi dengan budayawan sekaliber Emha Ainun Nadjib.
sumber :http://www.pkspiyungan.org/2013/02/obrolan-hangat-cak-nun-dengan-anis.html

AROMA KEMENANGAN ITU SUDAH TERASA


ANIS MATTA : SAYA MENCIUM AROMA KEMENANGAN


YOGYAKARTA  — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhamad Anis Matta mencium aroma kemenangan pada Pemilihan Umum 2014. Ia yakin partainya dapat mengatasi problem partai setelah Presiden PKS sebelumnya, Luthfi Hasan Ishaaq, ditetapkan sebagai tersangka kasus suap daging sapi impor.

"Saya mencium aroma kemenangan. Kami yakin akan mampu melewati critical moment, maksimal sampai April mendatang. Setelah itu, PKS akan take off," ujarnya saat menggelar roadshow konsolidasi akbar di Yogyakarta, Kamis (7/2/2013) malam.

Anis menyatakan, kasus yang membelit internal partai menjadi pelecut dalam memperbaiki tataran elite maupun kader partai. Untuk itu, PKS mengadakan roadshow yang diikuti 70 pimpinan dan anggota Dewan Pimpinan Pusat dengan tujuan mengumpulkan energi dalam melakukan perubahan besar ke depan.

"Masih ada 15 bulan sebelum Pemilu 2014. Saya pikir, waktu ini cukup untuk terus membangun konsolidasi di tingkat kader," ujar Anis optimistis.

Keseriusan dalam membangun soliditas partai pun ditunjukkan Anis dengan mundur dari jabatan Wakil Ketua DPR. Anis akan fokus mengurus partai yang saat ini tengah limbung diterpa kasus suap dalam proyek pengadaan daging sapi impor. Adapun mengenai masalah hukum yang menjerat Luthfi, Anis menyerahkannya kepada tim profesional agar segera diselesaikan.

"Kami serahkan saja proses hukumnya, tidak ada masalah. Sekarang kami akan jalan terus dengan agenda-agenda yang ada. Kami pun relatif tidak punya waktu untuk bereaksi terhadap tudingan orang luar," katanya.

Ketua DPW PKS DIY Sukamta mengatakan, acara ini merupakan agenda akbar PKS DIY untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi seluruh kader dan simpatisan PKS DIY. Menyongsong Pemilu 2014, PKS kini giat membangun kekokohan dan kesolidan kader akar rumput.

"Ke depan, kerja-kerja besar akan banyak menyita waktu, tenaga, dan seluruh sumber daya. Konsolidasi ini dalam upaya menghimpun semangat untuk siap bekerja penuh memenangkan Pemilu 2014 yang sudah di depan mata," ujar Sukamta.

Ia mengatakan bahwa kunjungan Anis Matta sebagai presiden baru PKS setelah Luthfi mundur merupakan penguatan internal PKS atas guncangan tuduhan kasus suap baru-baru ini. Sukamta yakin partainya dapat meraih posisi tiga besar pada pemilu tahun depan.

Hari ini, Jumat (8/2/2013), konsolidasi kader akan dilakukan di Gedung Graha Wana Bhakti Yasa, Yogyakarta. Pada acara ini, Anis akan menyampaikan orasi politiknya di hadapan kader dan simpatisan. (KOMPAS.com)

ANIS MATTA : SAYA MENCIUM AROMA KEMENANGAN


YOGYAKARTA — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhamad Anis Matta mencium aroma kemenangan pada Pemilihan Umum 2014. Ia yakin partainya dapat mengatasi problem partai setelah Presiden PKS sebelumnya, Luthfi Hasan Ishaaq, ditetapkan sebagai tersangka kasus suap daging sapi impor.

"Saya mencium aroma kemenangan. Kami yakin akan mampu melewati critical moment, maksimal sampai April mendatang. Setelah itu, PKS akan take off," ujarnya saat menggelar roadshow konsolidasi akbar di Yogyakarta, Kamis (7/2/2013) malam.

Anis menyatakan, kasus yang membelit internal partai menjadi pelecut dalam memperbaiki tataran elite maupun kader partai. Untuk itu, PKS mengadakan roadshow yang diikuti 70 pimpinan dan anggota Dewan Pimpinan Pusat dengan tujuan mengumpulkan energi dalam melakukan perubahan besar ke depan.

"Masih ada 15 bulan sebelum Pemilu 2014. Saya pikir, waktu ini cukup untuk terus membangun konsolidasi di tingkat kader," ujar Anis optimistis.

Keseriusan dalam membangun soliditas partai pun ditunjukkan Anis dengan mundur dari jabatan Wakil Ketua DPR. Anis akan fokus mengurus partai yang saat ini tengah limbung diterpa kasus suap dalam proyek pengadaan daging sapi impor. Adapun mengenai masalah hukum yang menjerat Luthfi, Anis menyerahkannya kepada tim profesional agar segera diselesaikan.

"Kami serahkan saja proses hukumnya, tidak ada masalah. Sekarang kami akan jalan terus dengan agenda-agenda yang ada. Kami pun relatif tidak punya waktu untuk bereaksi terhadap tudingan orang luar," katanya.

Ketua DPW PKS DIY Sukamta mengatakan, acara ini merupakan agenda akbar PKS DIY untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi seluruh kader dan simpatisan PKS DIY. Menyongsong Pemilu 2014, PKS kini giat membangun kekokohan dan kesolidan kader akar rumput.

"Ke depan, kerja-kerja besar akan banyak menyita waktu, tenaga, dan seluruh sumber daya. Konsolidasi ini dalam upaya menghimpun semangat untuk siap bekerja penuh memenangkan Pemilu 2014 yang sudah di depan mata," ujar Sukamta.

Ia mengatakan bahwa kunjungan Anis Matta sebagai presiden baru PKS setelah Luthfi mundur merupakan penguatan internal PKS atas guncangan tuduhan kasus suap baru-baru ini. Sukamta yakin partainya dapat meraih posisi tiga besar pada pemilu tahun depan.

Hari ini, Jumat (8/2/2013), konsolidasi kader akan dilakukan di Gedung Graha Wana Bhakti Yasa, Yogyakarta. Pada acara ini, Anis akan menyampaikan orasi politiknya di hadapan kader dan simpatisan. (KOMPAS.com)

Youtube Video Orasi Anis Matta pasca ditetapkan sebagai Presiden PKS

Jumat, 01 Februari 2013

Youtube Video Orasi Anis Matta pasca ditetapkan sebagai Presiden PKS




Tangis Kader yang Mengharukan di DPP PKS


Jakarta - Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin akhirnya mengambil sejumlah keputusan penting setelah penetapan tersangka eks Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Hilmi menunjuk Anis Matta menjadi Presiden PKS.
Puluhan kader PKS pun hadir di DPP PKS di Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2013). Mereka mendengarkan pidato Presiden PKS yang baru, Anis Matta.
Awalnya, mereka begitu antusias meneriakkan takbir 'Allahuakbar' saat Anis Matta menyampaikan sikap resmi DPP PKS pasca penetapan Luthfi Hasan menjadi tersangka. Dalam pidatonya yang berapi-api, Anis Matta membangkitkan semangat pengurus dan kader PKS untuk bangkit dari persoalan politik yang dinilai banyak pihak meruntuhkan citra PKS.
Dalam pidatonya, Anis menyemangati kader-kadernya dengan menyerukan ayat-ayat suci Alquran. Anis menyerukan semangat kepada kader PKS untuk bangkit, setelah PKS menjadi sorotan luar biasa karena Presiden PKS saat itu Luthfi Hasan Ishaaq ditetapkan menjadi tersangka suap impor daging sapi.
Perlahan-lahan, terlihat belasan kader PKS mulai menangis. Belasan kader PKS yang mengenakan kemeja lengan panjang putih dengan logo PKS tersebut terlihat menunduk sambil menyeka air mata. Di tengah tangis mereka, sesekali mereka mengangkat tangan dan meneriakkan takbir 'Allahuakbar', saat sang ustad menyerukan kalimat-kalimat yang menyemangati mereka.
Rupanya di meja jajaran pimpinan PKS, juga ada yang menangis. Adalah Ketua FPKS Hiadyat Nurwahid yang tampak beberapa kali menyeka air mata dengan sapu tangan warna biru.
Dalam paparannya, Anis Matta mengajak semua kader PKS bekerja keras untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. Anis Matta juga menyerukan tobat nasional kepada semua kader PKS.
Usai acara, kader-kader PKS tersebut menyalami dan memeluk jajaran pengurus pusat DPP PKS yang hadir. Yang hadir antara lain Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, Ketua FPKS Hidayat Nurwahid, Presiden PKS Anis Matta, Sekjen PKS Taufik Ridho, Humas DPP PKS Mardati Ali Sera, dan lainnya.
*http://news.detik.com/read/2013/02/01/163022/2158909/10/tangis-kader-yang-mengharukan-di-dpp-pks

Doa untuk Dakwah dan Qiyadah | Teks


Doa untuk Dakwah dan Qiyadah
(Oleh Ustadz Abdul Wahid)



بسم الله الرحمن الرحيم اللهمَّ لَكَ الْحَمْدُ بِالْإِسْلاَمِ وَلَكَ الْحَمْدُ بالْإِيْمَانِ وَلَكَ الْحَمْدُ بِالْقُرْآنِ وَلَكَ الْحَمْدُ بِالرَّسُوْلِ مُحَمّدٍ صلى الله عليه وسلم وَلَكَ الْحَمْدُ بِالدَّعْوَةِ وَلَكَ الْحَمْدُ بِالْأُخُوَّةِ وَلَكَ الْحَمْدُ بِالْجَمَاعَةِ ... لَكَ الْحَمْدُ بِكُلِّ نِعْمَةٍ أَنْعَمْتَ بِهَا عَلَيْنَا

Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji atas ni’mat Islam yang Engkau anugrahkan, ni’mat iman, ni’mat Al-Quran, ni’mat Rasul Muhammad SAW, ni’mat da’wah, ni’mat ukhuwwah, ni’mat berjamaah,.. Segala puji hanya bagi-Mu atas segala ni’mat yang telau Engkau anugerahkan kepada kami.

سُبْحَانَكَ لَا نُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ فَلَكَ الْحَمْدُ حَتَّى تَرْضَى وَلَكَ الحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ

Maha suci Engkau, kami tak kan dapat menghimpun pujian yang layak bagi-Mu, Engkau adalah seperti pujianMu atas diri-Mu sendiri. Maka hanya bagi-Mu segala pujian hingga Engkau ridha kepada kami, dan segala puji bagi-Mu sesudah Engkau meridhai.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الأَنْبِيَاءِ، قُدْوَتِنَا فيِ الشُّكْرِ عَلَى النّعْمَاءِ والصَّبْرِ عَلَى الْبَلَاءِ، فيِ الثَّبَاتِ عِنْدَ الأَذَى وَفِي التَّقَرُّبِ إِلَيْكَ والاِلْتِجَاء

Ya Allah, sampaikan shalawat, salam, dan keberkahan kepada pemimpin kami Nabi Muhammad SAW, pemimpin para nabi, teladan kami dalam bersyukur atas ni’mat-Mu, dalam bersabar menghadapi ujian, teladan kami dalam tsabat menghadapi gangguan, dalam upaya selalu mendekat dan kembali mengadu kepada-Mu.

رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Ma'afkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَاب

Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dan dosa orang-orang yang beriman pada hari perhitungan.

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ تَوْبَتَنَا، وَاغْسِلْ حَوْبَتَنَا، وَأَجِبْ دَعْوَتَنَا، وَثَبِّتْ حُجَّتَنَا، وَاهْدِ قُلُوْبَنَا، وَسَدِّدْ أَلْسِنَتَنَا، وَاسْلُلْ سَخَائِمَ صُدُوْرِنَا

Ya Allah, terimalah taubat kami, hapuskan dosa kami, terimalah doa kami, kokohkan argumentasi kami, tunjuki selalu hati kami, tepatkan ucapan lisan kami dan hilangkan semua penyakit dari dalam dada kami. 

اللهمَّ اجْعَلْنَا لَكَ ذَاكِرِيْنَ.. لَكَ شَاكِرِيْنَ.. لَكَ أَوَّابِيْنَ.. لَكَ مُخْبِتِيْنَ

Ya Allah, jadikan kami orang-orang yang selalu berdzikir mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, kembali dan selalu tunduk khusyu’ kepada-Mu.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُوْفِيْنَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوْا، الصَّابِرِيْنَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِ، اِجْعَلْنَا مِنَ اَّلذِيْنَ صَدَقُوْا وَالَّذِيْنَ هُمْ مُتَّقُوْنَ

Ya Allah jadikan kami termasuk orang-orang yang memenuhi janji tatkala berjanji, termasuk orang-orang yang sabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam pertempuran. Jadikan kami termasuk mereka yang benar imannya dan mereka yang bertakwa.

اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِنَا، وَآمِنْ رَوْعَاتِنَا، وَاحْفَظْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيْنَا، وَمِنْ خَلْفِنَا، وَعَنْ أَيْمَانِنَا، وَعَنْ شَمَائِلِنَا، وَمِنْ فَوْقِنَا، وَنَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ نُغْتَالَ مِنْ تَحْتِنَا

Ya Allah, tutuplah aurat dan keburukan kami, gantikan kekhawatiran kami dengan keamanan, jagalah kami dari depan kami, dari belakang kami, dari kanan dan kiri kami, dari atas kami. Dan kami berlindung kepada-Mu dari ancaman serangan di bawah kami.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَشْكُوْ إِلَيْكَ ضَعْفَ قُوَّتِنَا، وَقِلَّةَ حِيْلَتِنَا، وَهَوَانِنَا عَلَى النَّاسِ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، أَنْتَ رَبُّ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ وَأَنْتَ رَبُّنَا فَلاَ تَكِلْنَا إِلَى أَنْفُسِنَا. اللَّهُمَّ لاَ تَكِلْنَا إِلَى أَنْفُسِنَا طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَلاَ إِلَى أَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ يَا نِعْمَ الْمُجِيْبُ

Ya Allah kami mengadu kepada-Mu tentang lemahnya kekuatan kami, sedikitnya daya upaya kami, dan pandangan hina orang lain kepada kami, wahai Dzat yang Paling Menyayangi.. Engkaulah Rabb orang-orang yang tertindas dan Engkaulah Rabb kami, jangan biarkan kami mengurus diri kami sendiri tanpa bantuanMu. Ya Allah jangan biarkan kami mengurus diri kami sendiri tanpa bantuan-Mu sekejap matapun, dan jangan serahkan kami kepada siapapun diantara makhluk-Mu.

اللَّهُمَّ أَكْرِمْنَا وَلاَ تُهِنَّا، وَأَعْطِنَا وَلاَ تَحْرِمْنَا، وَزِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا، وَآثِرْنَا وَلاَ تُؤْثِرْ عَلَيْنَا، وَارْضَ عَنَّا وَأَرْضِنَا

Ya Allah, muliakanlah kami dan jauhkan kami dari kehinaan, anugrahkan untuk kami segala kebaikan dan hilangkan penghalang antara kami dengannya, tambahkan (kualitas dan kuantitas) kami dan jangan Engkau kurangi, utamakan kami untuk meraih rahmat-Mu, ridhai kami dan jadikan kami diridhai oleh hamba-Mu.  

اللَّهُمَّ أَفْرِغْ عَلَى أَخِيْنَا لُطْفِيْ حَسَن إِسحَاق وَعَائِلَتِهِ وَأَقْرِبَائِهِ صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى مَنْ بَغَى عَلَيْهِمْ
اللَّهُمَّ اجْزِهِ ثَوَابَ جِهَادِهِ السَّنَوَاتِ ، وَقَدْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا فَزِدْ فيِ حَسَنَاتِهِ يَا مَنْ عِنْدَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ . اللَّهُمَّ هَا نَحْنُ قَدْ أَحْسَنَّا الظَّنَّ ِبِـــإِخْوَانِنَا كَمَا أَمَرْتَنَا

Ya Allah, limpahkan kesabaran kepada guru kami, saudara kami, Luthfi Hasan Ishaaq, keluarga dan kerabatnya, kokohkan pendirian mereka dalam kebenaran, dan tolonglah mereka atas siapapun yang berbuat zalim kepada mereka. Ya Allah balaslah ia dengan pahala jihadnya yang telah ia lakukan bertahun-tahun, ya Allah beliau telah berbuat baik kepada kami, tambahkan kebaikannya wahai Dzat yang di sisi-Nya sebaik-baik balasan. Ya Allah inilah kami, telah berbaik sangka kepada saudara-saudara kami sebagaimana perintah-Mu kepada kami..

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Ya Rabb Kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau biarkan kedengkian ada dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang."

اللَّهُمَّ اجْعَلْ يَوْمَنَا خَيْراً مِنْ أَمْسِنَا، وَاجْعَلْ غَدَنَا خَيْراً مِنْ يَوْمِنَا، وَأَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الْأُمُوْرِ كُلِّهَا، وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ

Ya Allah jadikanlah hari ini bagi kami lebih baik dari kemarin, hari esok kami lebih baik dari hari ini, jadikanlah kesudahan akhir setiap urusan kami sebagai kebaikan bagi kami, lindungi kami dari kehinaan di dunia dan adzab di akhirat.

اللَّهُمَّ انْصُرْنَا عَلَى أَعْدَاءِ الإِسْلاَمِ. وَانْصُرْنَا عَلَى كُلِّ مَنْ وَالَى أَعْدَاءَكَ وَعَادَى أَوْلِيَاءَكَ، وَكُلِّ مَنْ رَفَضَ شَرِيْعَتَكَ وَاضْطَهَدَ دَعْوَتَكَ. اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْهِمْ بَأْسَكَ الَّذِيْ لاَ يُرَدُّ عَنِ القَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ. اللَّهُمَّ أَحْبِطْ يَا ذَا الْكَيْدِ الْمَتِيْنِ كَيْدَهُمْ، وَأَبْطِلْ يَا خَيْرَ الْمَاكِرِيْنَ مَكْرَهُمْ.  اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَهُمْ سَبِيْلاً عَلَى أَحَدٍ مِنْ عِبَادِكَ الْمُؤْمِنِيْنَ

Ya Allah, tolonglah kami atas musuh-musuh Islam, tolonglah kami dalam menghadapi semua yang membantu musuh-musuh-Mu dan memusuhi wali-wali-Mu, serta siapapun yang menolak syariat-Mu dan menekan da’wah-Mu. Ya Allah, turunkan kepada mereka hukuman-Mu yang tak kan terhindarkan dari orang-orang yang berbuat jahat. Ya Allah, wahai Pemilik tipu daya yang kokoh, lenyapkan tipu daya dan makar mereka. Ya Allah, jangan biarkan satu jalan pun bagi mereka untuk menghinakan seorang pun diantara hamba-hamba-Mu yang beriman.

اللَّهُمَّ انْصُرْ دَعْوَتَنَا وَانْشُرْ فِكْرَتَنَا وَبَارِكْ أُخُوَّتَنَا وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا وَ وَفِّقْ قَادَتَنَا وأَيِّدْهُمْ بِالْحَقِّ فِي كُلِّ مَكَانٍ وَاجْعَلْنَا صَفًّا كَأَنَّــــنَا بُنْيَانٌ مَرْصُوْصٌ

Ya Allah, tolonglah da’wah kami, sebarkan fikrah islamiyah kami, berkahi ukhuwwah kami, jinakkan dan satukan hati kami, bimbinglah para pemimpin kami, dukunglah mereka dengan kebenaran di mana pun mereka berada, dan jadikan kami satu shaf bagaikan bangunan yang tersusun kokoh.

اللَّهُمَّ  يَا رَحْمَنُ اِجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْناً وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلاماً

Ya Allah Ya Rahman, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِيْمَهَا، وَخَيْرَ أَعْمَارِنَا أَوَاخِرَهَا، وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ نَلْقَاكَ

Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik amal kami adalah saat kami menutupnya, jadikan sebaik-baik usia kami adalah saat kami mengakhirinya, dan hari terbaik kami adalah saat kami bertemu dengan-Mu.

دُعَاءُ الرَّابِطَةِ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةَ وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةَ وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلِّ اللّهُمَّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ


*Download doa ini versi word >> http://www.mediafire.com/?mg2w2y6x1oczrqf

Internasional

INSPIRASI

ARSIP BLOG

NASIONAL

 
© Copyright PKS CANDI 2013 | Update News Kota Sidoarjo | Published by M19 | PKS CANDI Mengabarkan dari Pinggiran Kota Udang .